News Jatim

12 Ribu Nahdliyin Probolinggo Ikuti Kirab Panji Peringati Harlah ke-100 NU

12 Ribu Nahdliyin Probolinggo Ikuti Kirab Panji Peringati Harlah ke-100 NU
Kirab panji Harlah ke-100 NU di Probolinggo diikuti 12 ribu warga. (Ridhowati Saputri )

AKURAT.CO, Peringatan Harlah ke-100 Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Probolinggo meriah. Sebanyak 12 ribu warga NU mengikuti kirab panji dan jalan sehat bersarung bersama kiai. Kirab dimulai dan diakhiri di Lapangan Desa Kedungsari, Kecamatan Maron, Kabupaten Probolinggo.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Kraksaan H Ahmad Muzammil mengungkapkan Harlah NU telah ditetapkan berdasarkan kalender Hijriyah. Harlah ke-100 NU jatuh pada tanggal 16 Rajab 1444 Hijriyah.

"Ini merupakan suatu amanah dari hasil Muktamar NU ke-32 di Makasar tahun 2010 yang memutuskan bahwa Harlah NU menggunakan label Hijriyah. Oleh karenanya, NU usianya sudah mencapai satu abad atau 100 tahun berkiprah di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI)," ujarnya, Sabtu (1/10/2022).

baca juga:

Muzammil mengharapkan dengan usia yang sudah mencapai satu abad, setiap tahun akan tumbuh satu pembaharu di tubuh NU mulai dari PBNU hingga ranting NU. 

"Harapannya bagaimana di jajaran NU dan pemerintahan mulai dari eksekutif, legislatif dan yudikatif ada pembaharu," jelasnya.

Muzammil menerangkan kick off satu abad NU ini merupakan pembukaan dari kegiatan-kegiatan lain menyongsong abad kedua. Kegiatannya melibatkan semua lembaga badan otonom. Untuk PCNU Kota Kraksaan sepakat mengadakan kirab panji dan jalan sehat bersarung bersama kiai.

"Kita juga akan mengadakan kegiatan PKPNU (Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama) dengan target 600 kader di PCNU Kota Kraksaan selama momentum satu abad NU. Serta Lazisnu yang sudah beranggotakan 9 MWC NU dengan sasaran kaum dhuafa bisa ditangani oleh PCNU Kota Kraksaan," tegasnya.

Sementara Wakil Bupati (Wabup) Probolinggo Timbul Prihanjoko yang melepas kirab mengatakan jalan sehat sarungan merupakan ajang silaturahmi sekaligus syiar agama Islam. Kegiatan itu, kata dia, tentu sangat ditunggu-tunggu oleh masyarakat setelah dua tahun pandemi Covid-19.

Timbul mengharapkan agar peran ulama khususnya di jajaran NU bisa terus berkembang. Sebab NKRI ada salah satunya karena peran dari NU. Dengan banyaknya ideologi yang ditawarkan saat ini perlu sebuah benteng kokoh agar generasi muda NU tidak terpengaruh oleh ideologi yang bertentangan dengan Pancasila.

"Dengan banyaknya generasi muda yang datang dalam kegiatan ini, tentu ini sangat melegakan sekali. Artinya generasi muda masih berada pada ideologi Pancasila. Apalagi Indonesia sudah sepakat bahwa ideologi kita adalah Pancasila,” jelasnya.

Belasan ribu peserta yang hadir dalam kirab berasal dari Kraksaan, Gending, Banyuanyar, Maron, hingga Tiris. Beberapa tokoh NU turut hadir.