News Jatim

Driver Ojol dan Kurir di Probolinggo Keluhkan Pertalite Boros

Driver Ojol dan Kurir di Probolinggo Keluhkan Pertalite Boros
Antre pembeli BBM di SPBU Probolinggo. (Ridhowati Saputri )

AKURAT.CO, Masyarakat mengeluhkan Pertalite lebih boros sejak kenaikan harga BBM. Masyarakat yang kesehariannya bekerja dengan sepeda motor merasakan Pertalite cepat habis.

Para driver ojek online dan kurir di Probolinggo mengatakan frekuensi pembelian Pertalite lebih sering dilakukan meskipun pembelian Pertalite dalam jumlah yang sama. 

"Sebelum Pertalite naik, saya biasanya isi full tank 3 liter bisa digunakan sampai 1 minggu. Soalnya kerjaan ojek online ini kebanyakan terima order makanan jadi gak jauh. Tapi setelah naik, Pertalite habis nggak sampai 1 minggu," ujar Darmanto (45), driver ojol di Kota Probolinggo, Kamis (29/9/2022).

baca juga:

Hal senada juga dirasakan Yahya (35) yang kesehariannya bekerja sebagai kurir. Ia merasakan konsumsi Pertalite lebih boros. 

"Biasanya full tank itu bisa 1 hari, besok ngisi lagi. Tapi sekarang sore sudah harus ngisi lagi. Kalau ndak kehabisan di jalan," ujarnya.

Yahya mengaku meski Lertalite lebih boros dia tetap memilih menggunakan BBM RON 90 tersebut. Alasan utamanya karena lebih murah daripada BBM jenis lain.

"Selisihnya sama Pertamax sudah Rp 4500 lebih, jadi tetap milih Pertalite meskipun jadi lebih boros," ujarnya.

Sementara itu PT Pertamina telah membantah terjadi penurunan kualitas BBM jenis Pertalite. Bahkan dalam rilis resminya, Pertamina telah memastikan bahwa BBM telah melalui 7 proses quality control. Proses Quality Control ini dimulai sejak produk BBM masuk ke tanki timbun di Fuel Terminal (TBBM) hingga tepat sebelum disalurkan menuju SPBU.

"Proses Quality Control sebuah produk BBM sebelum bisa dinyatakan layak didistribusikan menuju SPBU ini dimulai dari saat produk tersebut disuplai dari kilang atau impor, saat penyimpanan, hingga sebelum disalurkan ke SPBU. Dalam tiap-tiap proses, produk BBM tersebut harus dinyatakan layak, memenuhi syarat atau standar spesifikasi yang ditentukan Dirjen Migas, jika uji sample tidak layak, tidak akan bisa keluar dari Terminal BBM," kata Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Irto Ginting.

Selain uji kualitas di Fuel Terminal, Pertamina Patra Niaga juga melakukan pengecekan sebelum proses bongkar BBM dari mobil tanki hingga setelah seluruh produk BBM sudah tersalurkan ke tanki pendam SPBU.

"Di SPBU ini juga ada pengecekan, jika ada yang dirasa tidak sesuai spesifikasi, produk BBM tersebut akan diuji sample lagi di Fuel Terminal, tidak akan dijual, jadi masyarakat tidak perlu khawatir. Pertamina berkomitmen seluruh produk BBM yang dijual di lembaga penyalur resminya sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan," tukas Irto.