News Jatim

Harga Beras di Wilayah Jatim Naik, Warga Nilai Percuma Ada Bansos

Harga Beras di Wilayah Jatim Naik, Warga Nilai Percuma Ada Bansos
Ilustrasi jual beli beras. (AKURAT.CO)

AKURAT.CO, Harga beras di beberapa wilayah di Jawa Timur kompak mengalami kenaikan. Kenaikan harga beras tersebut dinilai tidak sebanding dengan kucuran bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah.

Di Kota Surabaya, diketahui harga beras paling murah saat ini adalah Rp 10.700 per kilogram dan yang paling mahal Rp 12.300. Bahkan ada beras yang dijual Rp 14.000 per kilogramnya karena efek kenaikan harga tersebut dan panjangnya rantai distribusi.

Seperti yang diungkapkan Mauludah warga Ngagel, Kota Surabaya. Ia yang termasuk penerima bansos PKH merasa kenaikan banyak barang saat ini tidak sebanding dengan besaran bansos.

baca juga:

"Beras naik sampai Rp 2 ribu per kilogramnya. Telur naik, bawang naik, kebutuhan lainnya juga naik. Jadi, pak-pok (impas) dapat bansos sebenarnya. Bansos sekitar 500 ribu/bulan," ujarnya, Selasa (24/1/2023).

Di wilayah Malang kenaikan harga beras juga terjadi. Untuk beras kualitas bawah dijual sekitar Rp 10.850 - Rp 11.000. Beras kualitas medium dijual mulai Rp 11.200 - Rp 11.350.

Hal yang sama terjadi di Pasuruan. Kenaikan harga beras tidak jauh berbeda dengan dua kota besar di atas. Bahkan, beberapa toko mengalami kehabisan stok karena belum sampainya pesanan.

"Saya sempat kehabisan stok beras medium karena katanya distribusinya ada kendala di jalan," kata Winarti salah satu pedagang toko sembako di Kecamatan Purworejo.

Menurut Winarti, kebanyakan pembeli di tokonya membeli dengan sistem eceran atau nempur. "Kebanyakan beli eceran. Kalau beli eceran memang kenaikannya lebih terasa, tapi bagaimana lagi kemampuan uang pembelinya segitu," ungkapnya.