News Jatim

Kekeringan, Warga Pasuruan Kelabakan Cari Air Bersih

Kekeringan, Warga Pasuruan Kelabakan Cari Air Bersih
Warga Kabupaten Pasuruan mengambil air di tandon desa. (M. Arifin )

AKURAT.CO, Sebanyak 17 desa di Kabupaten Pasuruan rawan mengalami kekeringan saat musim kemarau. Beberapa desa mengalami krisis air bersih lebih awal sehingga warganya kelabakan. Mereka harus mencari air di lokasi-lokasi yang jaraknya berkilo-kilo meter.

Dua desa yang sudah mengalami krisis air yakni Sibon dan Mangguan di Kecamatan Pasrepan. Ratusan warga harus mencari air bersih di desa-desa tetangga setiap hari.

Hadori (49), salah satu warga Desa Sibon mengungkapkan kekeringan di desanya sudah berlangsung empat bulan. Dua bulan terakhir kondisi semakin parah. 

baca juga:

Menurut dia, selama kekeringan beberapa pihak swasta maupun individu dermawan mengirimkan air dengan mobil tangki disalurkan ke tandon desa. Kiriman air tersebut sangat membantu warga.

"Tidak setiap hari dikirim, kadang seminggu sekali kadang dua minggu sekali. Kalau nggak dikirim, warga cari air ke Desa Pasrepan," kata Hadori, Jumat (30/9/2022).

Warga menempuh jarak 2 kilometer ke desa terdekat membawa motor dan jeriken. Itu dilakukan bolak-balik dua sampai tiga kali sehari untuk memenuhi tandon rumah. Kadang warga mengambil di desa lain yang jaraknya 4 kilometer. 

Pengambilan air di desa-desa tetangga tidak dipungut biaya. Warga hanya mengeluarkan uang untuk beli BBM motor dan harus rela antre.

"Kadang setiap hari ambil, kadang dua hari sekali. Ya pokoknya air diirit. Mandi juga harus irit," jelas Hadori.

Selama berbulan-bulan krisis air, BPBD setempat baru menyalurkan air bersih ke Desa Sibon dan Mangguan pada Selasa (27/9) setelah ada laporan dan permintaan pemerintah desa. BPBD memang harus menunggu laporan dan permintaan dalam penyaluran air bersih ke desa-desa.

Setelah BPBD, Polres Pasuruan membantu menyalurkan air bersih ke Desa Sibon dan Desa Mangguan. Polres Pasuruan akan menyalurkan air bersih di dua desa itu secara berkala dengan terus berkoordinasi dengan instansi terkait.

Menurut Hadori, kiriman air bersih lewat mobil tangki sangat membantu warga. Namun warga sebenarnya mengharapkan solusi jangka panjang untuk mengatasi krisis air bersih. Seperti jaringan pipa untuk menyalurkan air dari sumber di desa terdekat atau jika memungkinkan dibuatkan sumur bor.

"Setiap tahun kami selalu kesulitan air. Kiriman air memang sangat membantu. Tapi seharusnya ada pipa, atau dibangunkan sumur bor," pungkas Hadori.