News Jatim

Menikmati Kuliner Tradisional Probolinggo di Festival Kesenian Kanigaran Tempo Dulu

Menikmati Kuliner Tradisional Probolinggo di Festival Kesenian Kanigaran Tempo Dulu
Festival Kesenian Kanigaran Tempo Dulu (Ridhowati Saputri )

AKURAT.CO, Ribuan orang memadati Taman Maramis, Kanigaran, Kota Probolinggo, menyaksikan Festival Kesenian Kanigaran Tempo Dulu. Tidak hanya mengangkat kegiatan kesenian, festival ini juga menyuguhkan aneka kuliner transisional Probolinggo.

Di antara kuliner tradisonal yang dijajakan ada beberapa yang menyita perhatian. Yakni ketan kratok dan sego tiwul iwak peyek.

Ketan Kratok sebenarnya ketan biasa, tapi ada tambahan kratok, yakni bahan dari kacang yang dimasak bersama ketan. Jajanan ini dilengkapi parutan kelapa guyuran gula merah cair. 

baca juga:

"Ketan kratok itu beda sama ketan biasanya. Kalau dikunyah itu campuran antara ketan dan ada kacangnya. Kacangnya itu namanya kratok," kata Regar, penjual ketan ktatok, ditemui di arena festival, Minggu (27/11/2022).

Rusli Adiyansyah (35), salah satu penikmat ketan kratok, mengatakan ketan ktatok tidak dia temui di kotak-kotak lain. "Karena itu biasanya kalau pulang ke Probolinggo carinya ketan kratok. Soalnya di Surabaya tidak ada yang jual. Paling ya ketan biasa," ungkapnya.

Kuliner tradisional lain yang dijual di arena festival yakni sego tiwul iwak peyek. Sego tiwul ini adalah campuran nasi dengan tiwul atau potongan singkong. 

"Lumayan bisa nostalgia dengan makanan lawas. Sudah jarang yang jual masakan sego tiwul, kalau nasi jagung banyak," ujar Marini, (32) warga Kelurahan Mayangan. 

Marini mengungkapkan bahwa dengan harga Rp 10 ribu, lauk yang didapat juga cukup banyak. Apalagi ditambah dengan sambal pedas.

Sementara itu Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin mendukung keinginan masyarakat untuk membangkitkan perekonomian lokal. Dia berharap event sejenis bisa dilaksanakan di tahun-tahun berikutnya.

"Saya menyambut baik dan mengapresiasi keinginan masyarakat untuk diadakannya kembali event Cokro Fair dan Pasar Minggu di wilayah Kanigaran ini. Upaya pelestarian seni dan budaya tradisional, tentunya juga dapat melibatkan kreasi dari pelaku UMKM Kanigaran. Kolaborasi ini selain dapat memberikan manfaat revitalisasi kesenian, juga dapat menumbuhkan perekonomian Kota Probolinggo. InsyaAllah tahun 2023 mendatang event ini bisa dilaksanakan," ujarnya.

Untuk mendukung tumbuhnya perekonomian lokal, terutama di sekitar Kecamatan Kanigaran, Pemkot Probolinggo telah menyiapkan infrastruktur yang mendukung. Seperti merencanakan pembangunan sepanjang Jalan Maramis menuju Bundaran Gladak Serang dengan pavingisasi dan jogging track. Di kanan kirinya, yang merupakan tanah aset Pemkot Probolinggo, akan digunakan sebagai sarana promosi bagi UMKM.

"Ada hiasan lampu-lampu dan tanaman juga, supaya bagus. Sehingga harapannya, ini bisa dimanfaatkan sebagai lokasi destinasi baru, khususnya bagi masyarakat Kanigaran dan sekitarnya. Nggak usah (bertamasya) jauh-jauh, cukup menikmati di Kota Probolinggo aja," jelasnya.