News Jatim

Pembangunan Lapas Baru Kurangi Lahan Pertanian Produktif di Kota Pasuruan

Pembangunan Lapas Baru Kurangi Lahan Pertanian Produktif di Kota Pasuruan
Proses pengurukan sawah untuk lahan Lapas terintegasi Kota Pasuruan. (Laily Ulinnuha )

AKURAT.CO, Pemerintah Kota Pasuruan sudah menghibahkan lahan seluas 5 hektar untuk bakal lahan pembangunan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Terintegrasi Kota Pasuruan. Lahan yang dihibahkan merupakan sawah di Kelurahan Tapaan, Kecamatan Bugul Kidul. Hal itu mengakibatkan jumlah lahan pertanian produktif di Kota Pasuruan semakin berkurang. 

Dari data Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan setempat, di tahun 2020 jumlah lahan pertanian sekitar 1.065 hektar. Kemudian di tahun 2021 berkurang menjadi 1.044 hektar. Dengan adanya hibah lahan untuk Lapas tersebut, maka jumlah lahan pertanian di Kota Pasuruan berkurang lagi.

"Otomatis berkurang lagi jika dikurangi lahan untuk lapas baru. Di sana termasuk lahan produktif juga," ujar seorang sumber di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Pasuruan yang menolak namanya ditulis, Jumat (30/9/2022).

baca juga:

Selain berdampak pada pengurangan jumlah lahan pertanian produktif, pembangunan lapas baru juga belum jelas mekanismenya. Wakil Ketua DPRD Kota Pasuruan Farid Misbah mengatakan, sampai sekarang belum ada pembicaraan bagaimana teknis pembangunan lapas baru nantinya.

"Kami (DPRD) belum pernah diajak membahas teknis pembangunan lapas baru itu. Apakah itu bertahap pembangunannya atau langsung? Kemudian anggarannya apakah pure dari Kemenkumham atau APBD juga menyupport," kata Farid.

Farid menyayangkan sikap eksekutif yang kurang terbuka soal pembangunan lapas baru tersebut. "Belum ada pembicaraan apalagi meminta saran dari kami," tegas politisi Partai Hanura itu.

Di sisi lain Kepala Lapas II B Pasuruan Yhoga Aditya Ruswanto enggan menanggapi hal tersebut.