News Jatim

Puluhan Ormas di Kota Probolinggo Belum Terdaftar

Puluhan Ormas di Kota Probolinggo Belum Terdaftar
Kantor Bakesbangpol Kota Probolinggo. (Ridhowati Saputri )

AKURAT.CO, Puluhan ormas yang berbadan hukum belum melaporkan keberadaanya ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kota Probolinggo. Padahal pelaporan ini telah menjadi amanat UU Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) serta PP 58 tahun 2016 tentang Ormas. 

"Memang tidak ada sanksi bagi ormas yang tidak melaporkan, tapi ini sudah menjadi amanat UU ormas dan PP 58," kata Abdi Firdaus, Kabid Politik dalam negero dan Organisasi kemasyarakatan, Bakesbangpol Kota Probolinggo, Sabtu (1/10/2022).

Berdasarkan data Bakesbangpol, pada tahun 2021 terdapat 162 ormas yang berbadan hukum. Namun yang melaporkan dengan lengkap pada Bakesbangpol hanya 64 ormas. 

baca juga:

"Sedangkan untuk tahun 2022, berdasarkan data dari Kemenag dan Dinas Pendidikan ada 156 ormas. Yang telah melaporkan ke Bakesbangpol sampai akhir Agustus 90 ormas,” ujarnya.

PNS yang pernah menjabat Kabid Aset ini menjelaskan bahwa fungsi pelaporan ini bertujuan untuk pendataan. Agar pemerintah Kota Probolinggo bisa mengetahui jumlah ormas di Kota Probolinggo.

"Jika ada kegiatan yang melibatkan masyarakat, OPD bisa menghubungi ormas yang terkait. Misalnya Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melakukan reboisasi bisa menggandeng ormas tersebut," terangnya.

Selain itu juga untuk bantuan hibah, tentunya ormas yang mengajukan hibah harus ormas yang telah terdaftar di Bakesbangpol. 

"Ada beberapa macam ormas seperti ormas berbadan hukum dan yang belum berbadan hukum. Ormas yang berbadan hukum seperti yayasan dan perkumpulan, sedangkan yang belum berbadan hukum itu komunitas dan LSM, tapi LSM juga ada yang memiliki badan hukum," terang Abdi.