News Jatim

Siswa SMKN 4 Probolinggo Jadi Korban Pemukulan Kakak Kelas dan Guru, Kasusnya Berakhir Damai

Siswa SMKN 4 Probolinggo Jadi Korban Pemukulan Kakak Kelas dan Guru, Kasusnya Berakhir Damai
Belasan wali murid datangi SMKN 4 Probolinggo. (Ridhowati Saputri )

AKURAT.CO, Sejumlah wali murid kelas 10 mendatangi SMKN 4 Kota Probolinggo meminta penjelasan atas pemukulan yang dialami anak-anaknya. Tetapi pihak sekolah memastikan bahwa kejadian tersebut bukan pemukulan melainkan perkelahian.

Wali murid yang datang ke sekolah merasa khawatir karena anak-anaknya dipukul kakak kelas dan staf sekolah. Dengan didampingi pihak kepolisian setempat, wali murid melakukan pertemuan tertutup dengan pihak sekolah.

Informasi yang dihimpun kejadian ini berawal dari salah satu murid yang tergabung dalam senat atau OSIS mencoba membantu Hikam, staf sekolah bagian kesiswaan untuk mendisiplinkan siswa, Kamis (29/9). Kegiatan ini dilakukan setelah pulang sekolah.

baca juga:

Namun ada siswa kelas 10 yang tidak terima dengan sikap senat tersebut. Sehingga ia memanggil teman-temannya. Situasi kemudian tegang dan tidak terkendali sehingga terjadilah perkelahian. Hikam, staf kesiswaan SMKN 4 mencoba melerai namun gagal bahkan berakhir dengan baku hantam.

Total ada 15 wali murid yang datang ke sekolah untuk meminta pertanggung-jawaban. Sayangnya Kepala SMKN 4 Agus Yudiyanton tidak hadir.

Nita, kakak salah satu siswa menjelaskan situasi yang dialami adiknya. "Tadi melaporkan masalah pemukulan guru kepada adik saya. Dia dipukul tepat di kepala, tapi sudah diselesaikan secara damai. Guru yang memukulnya juga sudah minta maaf dan mundur dari staf kesiswaan,” ujarnya.

Waka Kesiswaan SMKN 4, Sawal Sugiharso membenarkan ada kejadian yang tidak menyenangkan di sekolahnya. Ia menegaskan kejadian sebenarnya adalah perkelahian.

"Kejadian itu bukan perundungan melainkan perkelahian yang dipicu rasa tidak terima. Guru tersebut pak Hikam, juga sudah mundur sebagai staf kesiswaan. Sedangkan keputusan lebih lanjut kami masih menunggu kebijakan dari kepala sekolah," terangnya.