News Jatim

Status Gunung Semeru Turun dari Awas ke Siaga

Status Gunung Semeru Turun dari Awas ke Siaga
Gunung Semeru saat meluncurkan awan panas guguran (APG). (Istimewa)

AKURAT.CO, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menurunkan status Gunung Semeru yang sebelumnya level IV (awas) menjadi Level III (siaga). Status baru ini dikeluarkan dalam pers rilis pada hari Jumat (9/12/2022) pada pukul 13.29.15 WIB.

Dalam rilis tersebut dinyatakan berdasarkan karakteristik erupsi Gunung Semeru, potensi ancaman bahaya, hasil pemantauan visual dan kegempaan maka tingkat aktivitas Gunung Semeru diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi level III (Siaga) terhitung sejak 9 Desember 2022 pukul 12.00 WIB. 

Patria Dwi Hastiada, Kepala Pelaksana BPBD Lumajang saat dikonfirmasi di Posko Komando Penanggal membenarkan adanya penurunan status tersebut. 

baca juga:

"Pertimbangannya menurut rilis diterima dan dipelajari walaupun aktivitas vulkanik kegempaan beberapa kali terekam tetapi potensi terjadi APG yang lebih besar masih memerlukan akumulasi waktu cukup lama jadi pertimbangan mungkin penurunan status level IV awas menjadi level III siaga," ungkapnya.

Meski demikian tingkat aktivitas Gunung Semeru akan ditinjau kembali jika masih ada kemunculan gempa vulkanik dan deformasi yang berkaitan dengan proses suplai magma ke permukaan seperti gempa low frequency, tremor, tiltmeter dan GPS dengan kecenderungan yang signifikan.

"Mengikuti petunjuk PVMBG maka dengan tingkat aktivitas Gunung Semeru level III, direkomendasikan agar tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan dan Kali Lanang sejauh 13 Km dari puncak (pusat erupsi)," terangnya. 

Di luar jarak tersebut, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas di sungai serta tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan. Hal ini karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

"Rekomendasi tentu tetap pada radius 13 Km sepanjang aliran tidak ada aktivitas 500 meter kanan kiri sungai tidak ada aktivitas masyarakat," pungkasnya.