News Jatim

Sukses Program Praktisi Mengajar Prodi Ilkom Yudharta, Kolaborasikan CEO, Manajer, Produser hingga Konsultan Pariwisata

Sukses Program Praktisi Mengajar Prodi Ilkom Yudharta, Kolaborasikan CEO, Manajer, Produser hingga Konsultan Pariwisata

AKURAT.CO Program Studi (Prodi) Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Yudharta Pasuruan menjadi salah satu perguruan tinggi yang melaksanakan program Praktisi Mengajar. 

Program yang menjadi bagian dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) itu telah sukses berjalan di Perguruan Tinggi yang bernaung di bawah Pondok Pesantren Ngalah, Purwosari itu.

Sejumlah praktisi dari berbagai bidang turut berpartisipasi dalam program Mendikbudristek tersebut. Mulai dari CEO Media Online, Manajer CSR, Produser TV hingga Konsultan Pariwisata.

baca juga:

Ketua Prodi Ilkom Zainul Akhwan mengatakan program ini mendorong kolaborasi aktif praktisi ahli dengan dosen. Tujuannya agar tercipta pertukaran ilmu dan keahlian yang mendalam antara akademisi dan profesional atau praktisi.

“Melalui kolaborasi antara praktisi dan dosen, kita ingin menghadirkan ruang pembelajaran yang lebih kolaboratif dan partisipatif selama satu semester ini,” ujarnya.

Sementara itu, konsultan dan penggiat pariwisata desa Arif H. Ayik yang turut berpartisipasi dalam program praktisi mengajar menyebut, program ini dapat menjadikan jembatan penghubung antara teori dan praktik.

"Pengalaman saya di dunia jurnalis dan pariwisata selama ini memungkinkan untuk dibagi sekaligus didiskusikan dengan mahasiswa. Kebetulan mata kuliah yang dikolaborasikan adalah Media Kampanye Pariwisata," ungkapnya kepada media ini, Kamis (8/12/2022).

Ayik merasa senang dan bangga dengan keterlibatannya bersinergi bersama akademisi Universitas Yudharta untuk berkolaborasi mengajar dalam program praktisi mengajar. 

Dirinya juga mengaku mendapatkan beragam input yang variatif dari hasil tukar gagasan dan mengerjakan project dengan mahasiswa maupun dosen pengampu.

"Semoga proses alih pengetahuan dan keahlian dari dunia kerja ke sivitas akademika dapat terus berkesinambungan sehingga perguruan tinggi bisa menghasilkan lulusan yang siap berkarya di dunia kerja," harap pria yang juga Trainer Kemenparekraf itu.