News Jatim

TPS di Kota Probolinggo Diharapkan Lebih Ramah Disabilitas

TPS di Kota Probolinggo Diharapkan Lebih Ramah Disabilitas
Sosialisasi mewujudkan pemilu inklusif bagi penyandang disabilitas. (Ridhowati Saputri )

AKURAT.CO, Penyandang disabilitas di Kota Probolinggo memberikan masukan pada penyelenggara pemilihan umum baik pilkada, pileg maupun pilres. Mereka berharap fasiltas tempat pemungutan suara (TPS) lebih ramah disabilitas. 

Hal itu muncul dalam sosialisasi yang dilakukan Bawaslu, tentang terwujudnya pemilu inklusif bagi penyandang disabilitas, Jumat (30/9/2022).

"Kami ingin memberi masukan kepada penyelenggara pemilu untuk memberikan akses berupa bidang miring ke TPS. Bidang miring ini akses kursi roda," kata Aboy, salah satu peserta dari Persatuan Tuna Netra Indonesia (Pertuni).

baca juga:

Tidak hanya masalah akses, Aboy juga menyampaikan kendala bagi penyandang disabilitas yang tidak bisa keluar rumah. Perlu ada upaya seperti jemput bola dari penyelenggara.

"Teman-teman kami ada yang memang tidak bisa datang ke TPS. Mungkin perlu ada petugas yang jemput bola," ungkapnya.

Ilmiyah, Kadiv Organisasi, Sumber Daya Manusia, Data dan Informasi, Bawaslu Kota Probolinggo tidak menampik kondisi yang disampaikan oleh peserta. Menurutnya, pada Pilkada 2019 belum semua ada akses disabilitas di TPS.

"Kami akan berkoordinasi dengan KPU yang memang tupoksinya dalam menyiapkan TPS dan peralatan pemungutan suara," ujarnya.

Azam Fikri, Ketua Bawaslu Kota Probolinggo menjelaskan bahwa dalam proses coklit biasanya memang ada pendataan pemilih penyandang disabilitas. Namun kadang pendataan tidak pada hal-hal yang detil. 

"Tidak semua petugas yang melakukan coklit itu mendata secara detail seperti kondisi disabilitasnya seperti apa. Sehingga tidak semua TPS dibuat dengan kebutuhan difable," terangnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Bawaslu, di Kota Probolinggo ada sekitar 1000 orang penyandang disabilitas. Mereka harus diberikan perhatian agar dapat memberikan hak suara dengan nyaman saat pemilu.