News Jatim

Trotoar Gladak Serang Kota Probolinggo Ambrol, Dua OPD Lempar Tangung Jawab

Trotoar Gladak Serang Kota Probolinggo Ambrol, Dua OPD Lempar Tangung Jawab
Trotoar Bundaran Gladak Serang, Kota Probolinggo ambrol. (Ridhowati Saputri )

AKURAT.CO, Warga yang melintas di kawasan Gladak Serang, Kelurahan Kanigaran, Kecamatan Kanigaran, Probolinggo, terkejut karena melihat garis kuning melintang di tengah bundaran. Rupanya garis kuning yang bertuliskan dilarang melintas merupakan tanda bahwa trotoar tersebut ambrol.

Pantauan AKURAT.CO, lubang yang terbentuk sekitar 50 cenut meter. Terlihat tegel terkelupas dari lubang yang cukup dalam meskipun tidak sampai terlihat bagian dasar sungai. Kondisi ini cukup membahayakan karena lokasi tengah Bundaran Gladak Serang kerap digunakan sebagai tempat kumpul-kumpul warga saat sore hari.

"Tadi pagi saya lewat sini tidak ada apa-apa, tidak ada garis kuning. Sore ini baru ada garis larangan melintas," ujar Rudi (15) pelajar yang melintas di Bundaran Gladak Serang, Senin (28/11/2022).

baca juga:

"Kalau cuma dikasih garis seperti ini masih cukup bahaya. Kalau malam kadang orang yang datang ke sini gak waspada. Bisa masuk ke lubang," ungkapnya.

Rudi menambahkan, minimal lubang tersebut dikasih palang seperti tangga kayu atau kursi. Bundaran Gladak Serang, kata dia, kerap digunakan anak-anak atau remaja bermain sepatu roda atau skuter.

Sementara itu Rachmadeta Antariksa, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Probolinggo menjelaskan bahwa terkait masalah trotoar bukan kewenangan Dinas Lingkungan Hidup untuk perawatan. Itu menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum.

"Untuk taman di Gladak Serang menjadi tanggung jawab DLH, tapi untuk trotoar menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum," ujarnya.

Setyorini Sayekti, Kepala Dunas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan kawasan permukiman (Dinas PUPR PERKIM) Kota Probolinggo menjelaskan bahwa pembangunan trotoar memang dilakukan dinasnya. Namun aset tersebut sudah dilimpahkan ke Dinas Lingkungan Hidup.

"Namun jika memang DLH kesulitan untuk memperbaiki karena perlu hal-hal yang sifatnya teknis, kita siap untuk support membantu. Mengingatkan kita satu kesatuan di lingkungan Pemkot," ujarnya.

Setyorini membantah terjadi saling lempar tanggung jawab terkait kerusakan trotoar. Menurutnya PUPR telah berkoordinasi dengan DLH.

"Mana yang menjadi kewengan perbaikan dari DLH , mana yang PUPR. Kita saing support," ungkapnya lagi.