Jatim

Motor Listrik Diembat Maling Saat Jogging di Alun-alun, Warga Probolinggo Enggan Lapor Polisi

Raphel Aziza | 4 Oktober 2026, 15:11 WIB
Motor Listrik Diembat Maling Saat Jogging di Alun-alun, Warga Probolinggo Enggan Lapor Polisi
Lokasi motor hilang. - Raphel Aziza

AKURAT.CO, Motor listrik Viar milik Sadyaswati Dyah, warga Kelurahan Wiroborang, Mayangan, Kota Probolinggo, hilang saat ditinggal berolahraga di kawasan Alun-alun Kota Probolinggo, Minggu (4/10/2026) pagi. Motor senilai sekitar Rp17 juta itu diembat maling meski sudah dikunci ganda.

Sadyaswati mengatakan motot sebelumnya diparkir di sekitar gerbang utama Alun-alun Probolinggo dari arah Jalan Suroyo. Sadyaswati mengaku tidak asal meninggalkan kendaraannya. Kunci ganda dipasang sebagai langkah antisipasi karena motor tersebut biasa digunakannya untuk berbagai aktivitas.

Namun, upaya pengamanan itu ternyata tidak cukup. Usai berkeliling alun-alun untuk jogging, Sadyaswati mendapati motor yang ditinggalkannya sudah tidak berada di tempat.

“Saya selalu ke mana-mana sudah dikunci ganda. Sudah saya pastikan terkunci baik, karena saya rutin muter alun-alun tujuh kali putaran,” ujar Sadyaswati.

Kejadian itu sontak membuat korban mencari keberadaan kendaraan tersebut di sekitar lokasi. Ia kemudian menanyakan kepada petugas parkir yang berada di kawasan tersebut. Namun, jawaban yang diterima korban justru singkat.

“Hanya bilang nggak tahu,” kata Sadyaswati.

orban juga mengungkap adanya persoalan lain terkait layanan parkir di lokasi. Menurutnya, kendaraan yang diparkir di kawasan tersebut tidak mendapatkan karcis parkir.

“Semua di situ memang tidak dikarcis,” ungkapnya.

Saat korban berupaya mencari kendaraannya, justru tukang parkir lain yang baru datang disebut ikut membantu melakukan pencarian.

“Yang bantu cari malah temannya sesama tukang parkir yang baru datang,” imbuhnya.

Bagi Sadyaswati, kehilangan tersebut bukan perkara kecil. Motor listrik Viar itu dibelinya sekitar dua tahun lalu dengan harga Rp17 juta dan selama ini menjadi kendaraan yang diandalkannya untuk aktivitas sehari-hari.

“Kalau meliput ke mana-mana saya naik itu,” tuturnya.

Sadyaswati diketahui aktif sebagai Ketua KIM AKB Wiroborang. Ia mengaku kendaraan tersebut juga biasa digunakan ketika menjalankan aktivitas di lapangan.

Meski mengalami kerugian cukup besar, korban memilih belum melaporkan kejadian tersebut kepada polisi. Ia mengaku pesimistis motor yang hilang dapat ditemukan.

“Tidak, percuma. Punya tetangga saya hilang, laporan polisi juga nggak ketemu,” ujarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.