Jatim

Dipukul OTK saat Naik Motor, Pelajar Pasuruan Tewas Usai Tabrak Pembatas Jalan

Bagus Zuhair | 25 Desember 2024, 17:53 WIB
Dipukul OTK saat Naik Motor, Pelajar Pasuruan Tewas Usai Tabrak Pembatas Jalan

AKURAT.CO, Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pasuruan tewas usai menabrak pembatas jalan di Kota Pasuruan. Korban terjatuh diduga usai dipukul orang tak dikenal dari belakang. 

Diketahui, peristiwa itu terjadi di Jalan Dokter Wahidin Sudirohusodo, Kelurahan Petamanan, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 23.00 WIB. 

Korban diketahui bernama Rendi Jatmiko Putra (16), warga Dusun Terate, Desa Karangsentul, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan. 

Peristiwa naas itu bermula saat Rendi sedang berboncengan dengan temannya, Rafi Udin Khalis (15), menggunakan sepeda motor Honda Beat. Mereka baru saja meninggalkan rumah seorang teman di kawasan Ranggeh setelah menyemir rambut dan memutuskan untuk berkeliling di Kota Pasuruan.

Namun, saat melintas di depan Indomaret Petamanan, sepeda motor mereka dipepet oleh seorang pengendara Honda Supra yang identitasnya masih belum diketahui. Tanpa peringatan, terduga pelaku diduga memukul Rendi dari belakang menggunakan benda tumpul.

"Menurut keterangan saksi, korban diduga dipukul oleh pengendara lain dari belakang," ujar Aipda Junaedi, Plt Kasi Humas Polres Pasuruan Kota, Rabu (25/12/2024).

Akibat serangan tersebut, Rendi kehilangan kendali atas kendaraannya. Sepeda motor oleng ke kiri hingga menabrak pembatas jalan. "Akibatnya korban terjatuh dan menabrak pembatas jalan," ujarnya. 

Kedua remaja itu jatuh keras ke pinggir jalan. Rendi mengalami luka serius di bagian kepala dan kaki, sementara Rafi selamat dengan luka ringan. Tim ambulans yang tiba di lokasi segera membawa Rendi ke RSUD R. Soedarsono. Namun, Rendi dinyatakan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan intensif. 

"Dari pihak keluarga menghubungi penyidik Polres Pasuruan Kota bahwa anaknya sudah meninggal dunia," imbuhnya. 

Polres Pasuruan Kota telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi untuk mengungkap pelaku.

"Masih dalam penyelidikan untuk penyebab pasti," tuturnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.