Warga Probolinggo: "Kebutuhan Pokok Naik, BBM Naik... Berat Bagi Rakyat Kecil"

AKURAT.CO, Warga Kota Probolinggo mengeluhkan kenaikan harga Pertamax. Di tengah harga kebutuhan pokok yang terus meningkat, lonjakan harga Pertamax semakin membebani masyarakat, terutama pekerja dengan penghasilan tetap karena biaya hidup kian mahal.
Harga Pertamax yang sebelumnya Rp12.300 per liter kini melonjak Rp3.950 menjadi Rp16.250 per liter. Kenaikan tersebut langsung dirasakan pengguna kendaraan yang selama ini memilih Pertamax.
Wardah, warga Kelurahan Kedopok, Kecamatan Kedopok, yang merupakan karyawan swasta mengaku terkejut saat mengetahui harga Pertamax naik hampir Rp4.000 per liter. “Bagaimana tidak keberatan, biasanya saya isi penuh tangki motor hanya sekitar Rp35 ribuan. Sekarang sampai Rp58 ribu. Selisihnya jauh sekali, hampir dua kali lipat,” ujarnya, Kamis (11/6/2026).
Menurut Wardah, kenaikan tersebut memperbesar pengeluaran hariannya yang sebelumnya sudah tertekan oleh naiknya harga berbagai kebutuhan rumah tangga. Ia mengaku sebenarnya bisa beralih ke Pertalite yang masih dijual Rp10.000 per liter. Namun antrean panjang di sejumlah SPBU membuat pilihan itu tidak selalu memungkinkan.
“Kalau Pertalite memang lebih murah, tapi antreannya sering panjang. Saya berangkat kerja pagi, jadi waktunya terbatas. Akhirnya tetap memilih Pertamax walaupun sekarang makin mahal,” katanya.
Bagi Wardah, persoalan terbesar bukan hanya kenaikan harga BBM. Ia menilai hampir seluruh kebutuhan hidup saat ini mengalami kenaikan, sementara pendapatan pekerja tidak ikut bertambah.
“Apa-apa sekarang mahal. Harga kebutuhan pokok naik, BBM naik, biaya hidup naik. Tapi gaji ya segitu-segitu saja. Yang terasa berat itu masyarakat kecil dan pekerja seperti kami,” keluhnya.
Sementara di tingkat SPBU, kenaikan harga belum memicu lonjakan pembelian maupun kepanikan masyarakat. Pengawas Sif SPBU Mastrip, Anton Efendi, mengatakan aktivitas pengisian BBM masih berlangsung normal.
“Untuk saat ini masih normal, tidak ada peningkatan pembelian yang signifikan maupun antrean yang tidak biasa,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 15 Kapolres dan 1 Kabid di Lingkungan Polda Jatim Diganti
- 2Irjen Dekananto Eko Purwono Ditunjuk Jadi Kapolda Jatim Gantikan Irjen Nanang Avianto
- 3Prabowo Lantik 26 Anggota Wantimpres, Ada Gus Yahya hingga Rocky Gerung
- 4BMKG Prediksi Musim Hujan di Jatim Mulai Desember
- 5Banjir Rob Potensi Terjadi di Surabaya ke Barat hingga Tuban 4-10 Oktober 2026
- 6Tiga Anggota DPRD di Jatim dari Gerindra Tertangkap Pesta Narkoba, Direhabilitasi
- 7Siswa SMK di Pasuruan Dibunuh Kerabat, Dihantam Balok Kayu Lalu Dibakar
- 8Pemuda Pasuruan Bunuh Siswa SMK Demi Kuasai Motornya Setelah Kalah Judol
- 9Odong-odong Disopiri Lansia Rem Blong Tabrak Motor di Pasuruan, Balita Luka
- 10Motor Listrik Diembat Maling Saat Jogging di Alun-alun, Warga Probolinggo Enggan Lapor Polisi








