Menhut Bentuk Insident Commander untuk Padamkan Kebakaran Bromo

AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) belum bisa dikendalikan sepenuhnya dan sudah mencapai 520 hektare. Pemerintah membentuk Incident Commander (Komandan Insiden) untuk pemadaman kebakaran.
Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengatakan pemerintah tak dapat berharap banyak pada Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dalam waktu dekat. Ia telah berkomunikasi dengan Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui peluang dilakukannya OMC di kawasan Bromo. Namun, berdasarkan kajian teknis dan kondisi atmosfer, pelaksanaan OMC dalam 10 hari mendatang dinilai hampir tidak memungkinkan.
“Secara matematis, secara teknokratik dihitung, hampir mustahil 10 hari ke depan ada OMC, Operasi Modifikasi Cuaca,” ujar Raja Juli saat meninjau lokasi kebakaran pada Minggu (9/8/2026) sore.
Karena itu, pemerintah memilih memaksimalkan metode pemadaman yang dapat dilakukan secara langsung. Dua strategi utama yang disiapkan yakni pengerahan pesawat untuk melakukan water bombing dan penguatan personel pemadam di darat.
“Jadi kita betul-betul mengandalkan satu, water bombing, yang kedua, pasukan darat,” tegasnya.
Tak hanya memperkuat personel dan peralatan, pemerintah juga menata sistem koordinasi penanganan kebakaran. Salah satunya dengan membentuk struktur Incident Commander khusus dalam operasi penanggulangan karhutla Bromo.
Raja menjelaskan, struktur tersebut dibuat agar seluruh pihak yang terlibat memiliki pola koordinasi dan pembagian tugas yang lebih jelas. Setiap persoalan yang muncul selama proses pemadaman diharapkan dapat segera ditangani melalui satu sistem komando.
“Tadi kita juga sudah rapat untuk membuat Incident Commander. Jadi dibuat struktur supaya pekerjaannya lebih teratur, lebih rapi, lebih terstruktur,” katanya.
Sistem tersebut juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara operasi darat dan udara. Termasuk dalam mendeteksi serta menangani titik-titik api baru sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.
Terkait penyebab kebakaran, Raja memilih tak berspekulasi mengenai sumber maupun penyebab karhutla Bromo. Persoalan tersebut, katanya, harus dibuktikan melalui proses penyelidikan oleh aparat penegak hukum.
“Ya nanti kita serahkan kepada Gakkum ya, penegak hukum,” ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk Trailer Saat Menyalip di JLS Kota Pasuruan
- 2Pengendara PCX Tewas Dalam Kecelakaan Tragis di Pandaan, Ditabrak Truk Lalu Hantam Avanza
- 3Rapat Paripurna II, 6 Fraksi Sampaikan Pandangan Umum 3 Raperda Kota Pasuruan
- 4Pria Probolinggo Curi Tas Berisi Rp9 Juta, Mengaku Buat Biaya Pengobatan Anaknya
- 5Lokasi Stasiun Kereta Api di Jawa Timur
- 6Kekeringan di Jatim Meluas, 25 Daerah Salurkan Air Bersih ke Warga
- 7Pacitan Diguncang Gempa M 4,4
- 8Motor Diduga Hasil Curian Ditemukan di Sawah Probolinggo, Warga Boleh Cek ke Polisi
- 9Motor Gadis Pasuruan Disikat Begal di Jalan Area Persawahan
- 10JKN Beri Rasa Aman bagi Sugianto Saat Jalani Perawatan Jantung









