Kebakaran Bromo Sudah Capai 940 Hektare, Akses Ditutup Total

AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) masih belum padam. Area yang terdampak kebakaran dilaporkan mencapai sekitar 940 hektare.
Tim gabungan melakukan upaya pemadaman melalui operasi darat dan udara. Pemantauan di sejumlah wilayah perbatasan untuk mencegah api kembali meluas, terutama karena kondisi vegetasi yang kering dan medan pegunungan yang menyulitkan proses pemadaman.
Kebakaran kawasan TNBTS telah menjangkau beberapa titik kawasan. Di antaranya kawasan Bukit Dingklik–Pusung Duwur di Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan, serta Lembah Watangan dan Argowulan di Kabupaten Probolinggo.
Pergerakan api menjadi perhatian karena kawasan TNBTS berbatasan langsung dengan sejumlah wilayah Kabupaten Malang, Lumajang, Pasuruan dan Probolinggo. Tim melakukan pengawasan tidak hanya pada titik api yang terlihat. Tim juga melakukan patroli untuk mengantisipasi bara maupun api bawah permukaan yang dapat kembali menyala ketika kondisi angin dan vegetasi mendukung.
Baca: Kebakaran Hutan dan Lahan di Bromo karena Ulah Manusia
Sementara itu sekitar 540 personel gabungan TNI, Polri, BPBD, pengelola kawasan, pemadam kebakaran, relawan serta unsur terkait lainnya, melakukan upaya pengendalian kebakaran. Sebagian personel ditempatkan di lokasi kebakaran untuk melakukan pemadaman secara langsung. Sebagian lainnya bertugas melakukan pemantauan, patroli, penyekatan dan pencegahan agar api tidak merambat ke wilayah lain.
Water Bombing Masih Jadi Andalan
Medan pegunungan membuat tidak semua titik kebakaran dapat dijangkau melalui jalur darat. Karena itu, operasi pemadaman juga dibantu melalui udara menggunakan helikopter water bombing. Operasi water bombing diarahkan ke sejumlah titik yang sulit dijangkau tim darat, termasuk kawasan P30 di Kabupaten Probolinggo dan wilayah Pusung di Desa Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.
Baca: Kebakaran Semakin Meluas, Wisata Bromo Ditutup Total!
Penggunaan helikopter menjadi penting karena beberapa lokasi berada di lereng dan kawasan dengan akses terbatas. Setelah titik api ditekan dari udara, tim darat melanjutkan proses pemadaman dan pembasahan untuk mengurangi kemungkinan api kembali muncul.
Selain dukungan dari udara, operasi darat diperkuat dengan sejumlah kendaraan dan peralatan pemadam. Peralatan yang digunakan antara lain mobil pemadam kebakaran, kendaraan operasional, sepeda motor trail, kendaraan double cabin, water drone serta peralatan manual untuk menjangkau titik-titik yang tidak dapat dilalui kendaraan besar.
Tim juga melakukan pemantauan secara berkala untuk mengetahui keberadaan fire spot maupun hot spot. Pemantauan tersebut penting karena kondisi lahan yang telah terbakar belum otomatis berarti seluruh kawasan aman. Bara yang masih tersimpan di antara semak, serasah dan vegetasi kering dapat kembali memunculkan api.
Untuk mencegah aktivitas masyarakat mengganggu proses penanganan, Balai Besar TNBTS telah menutup akses menuju kawasan terdampak. Saat ini tidak ada aktivitas wisatawan maupun masyarakat umum di sekitar lokasi kebakaran.
“Sekarang akses sudah ditutup total oleh TNBTS. Kalau ada warga, itu warga lokal yang memang ikut membantu pemadaman. Jadi tidak ada lagi masyarakat yang melintas dan berpotensi mengganggu proses pemadaman,” kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi.
Jika masih terdapat warga di kawasan tersebut, mereka merupakan masyarakat lokal yang turut membantu petugas dalam proses pemadaman.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pemotor Tewas Tabrakan dengan Truk Trailer Saat Menyalip di JLS Kota Pasuruan
- 2Pengendara PCX Tewas Dalam Kecelakaan Tragis di Pandaan, Ditabrak Truk Lalu Hantam Avanza
- 3Rapat Paripurna II, 6 Fraksi Sampaikan Pandangan Umum 3 Raperda Kota Pasuruan
- 4Pria Probolinggo Curi Tas Berisi Rp9 Juta, Mengaku Buat Biaya Pengobatan Anaknya
- 5Lokasi Stasiun Kereta Api di Jawa Timur
- 6Kekeringan di Jatim Meluas, 25 Daerah Salurkan Air Bersih ke Warga
- 7Pacitan Diguncang Gempa M 4,4
- 8Motor Diduga Hasil Curian Ditemukan di Sawah Probolinggo, Warga Boleh Cek ke Polisi
- 9Motor Gadis Pasuruan Disikat Begal di Jalan Area Persawahan
- 10JKN Beri Rasa Aman bagi Sugianto Saat Jalani Perawatan Jantung









