Jatim

Posko Karhutla Bromo Ditutup, Kini Fokus Perbaikan Infrastruktur

Dhani Ramadani | 20 Agustus 2026, 10:16 WIB
Posko Karhutla Bromo Ditutup, Kini Fokus Perbaikan Infrastruktur
Salah satu jalan di TNBTS/Istimewa

AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) dipastikan sudah padam seluruhnya. Posko Penanganan Tanggap Darurat Bromo secara resmi ditutup sejak Rabu (19/8/2026).

Setelah seluruh titik api dipastikan padam total. Keputusan penutupan posko tersebut diambil setelah tim gabungan melakukan penyisiran menyeluruh dan pembasahan intensif di titik-titik krusial.

Kini, TNBTS bersama instansi terkait mulai melangkah ke fase pasca-bencana. Fokus utama pemerintah beralih pada perbaikan infrastruktur vital yang rusak. Terutama jaringan pipa air bersih milik Pemkab Probolinggo dan warga yang meleleh akibat jilatan api.

Kalaksa BPBD Jawa Timur Gatot Soebroto menyatakan, meski posko utama telah berhenti beroperasi, pengawasan tetap dilakukan. "Apabila dalam patroli masih ditemukan titik api atau asap yang berpotensi membesar, tim internal TNBTS akan langsung diterjunkan untuk eksekusi pemadaman di tempat," ujar Gatot.

Seiring dengan situasi yang terkendali, kini seluruh armada udara pun ditarik. Helikopter bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) yang menjadi tulang punggung pemadaman udara kini dialihkan untuk misi lain. Sebagai langkah antisipasi, satu unit helikopter milik Pemprov Jawa Timur tetap disiagakan untuk menyisir area Bromo guna memastikan tidak ada lagi sisa bara.

Meski kebakaran berhasil dipadamkan, Gatot menyoroti catatan penting terkait aktivitas warga. Pihaknya masih menemukan oknum yang membakar sampah pembersihan lahan di tanah pribadi sekitar kawasan. Mengingat kencangnya embusan angin di dataran tinggi Bromo, tindakan ini dianggap sangat berisiko.

"Masyarakat diminta memastikan api padam sempurna. Sekecil apa pun percik api di Bromo, jika dipicu angin kencang bisa berdampak fatal dan meluas cepat," tegasnya.

Sosialisasi pun kini digencarkan kepada warga dan komunitas lokal agar lebih waspada.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.