Jatim

Kekeringan di Jatim Meluas, 25 Daerah Salurkan Air Bersih ke Warga

Syukron Nuaim Hayat | 9 Oktober 2026, 13:23 WIB
Kekeringan di Jatim Meluas, 25 Daerah Salurkan Air Bersih ke Warga
Ilustrasi kekeringan. - Istimewa.

AKURAT.CO, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim mencatat 25 daerah telah menyalurkan bantuan air bersih tahun ini. Jumlah itu meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2025.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Timur (BPBD Jatim), Gatot Soebroto, mengatakan permintaan air bersih mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Tahun 2025 terdapat 12 kabupaten yang mengajukan bantuan air bersih, sedangkan tahun ini jumlahnya meningkat 25 kabupaten.

"Sudah ada 25 kabupaten yang melaksanakan dropping air bersih. Daerah terbanyak terdampak Kabupaten Sampang, Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Pamekasan dan Kabupaten Pasuruan," kata Gatot dalam keterangannya, Jumat (9/10/2026).

"BPBD Jatim telah menyiapkan 13.838 ritasi untuk pendistribusian atau dropping air bersih ke wilayah yang terdampak kekeringan," jelasnya.

Meningkatnya kebutuhan air bersih di sejumlah daerah di Jatim saat ini dipengaruhi oleh kemarau yang lebih panjang dibanding tahun lalu, sehingga sumber air masyarakat terbatas.

Mekanisme pengajuan bantuan air bersih dilakukan melalui pihak kelurahan yang mengajukan permohonan kepada BPBD Kabupaten atau Kota.

"Nantinya, BPBD akan melakukan dropping air bersih ke wilayah yang membutuhkan, baik melalui bantuan dari Pemerintah Provinsi Jatim maupun menggunakan anggaran Pemerintah Kabupaten atau Kota masing-masing," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.