Nelayan yang Bertikai Sepakat Damai, Kapolres Tegaskan Kota Pasuruan Kondusif

AKURAT.CO, Nelayan dari Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, sepakat damai setelah peristiwa pembakaran perahu. Mereka sepakat menyelesaikan konfik dengan cara kekeluargaan.
Rapat Koordinasi dalam rangka mediasi pasca terjadinya pembakaran perahu di Pelabuhan Pasuruan dilakukan di Aula Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota, Kamis (6/22026) pukul 21.00 WIB. Mediasi dihadiri Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly dan jajarannya serta Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.
Mediasi juga dihadiri Ketua DPRD Kota Pasuruan M Toyib, Camat Panggungrejo Hermanto, Camat Kraton Ugik Setyo Darmoko. Hadir juga Kades Kalirejo M Adip, Lurah Ngemplakrejo M Khilmi, serta perwakilan dan tokoh masyarakat Desa Kalirejo dan Kelurahan Ngemplakrejo.
"Kesimpulan kesepakatan yaitu kedua belah pihak sepakat untuk damai," kata Titus, Jumat (6/2/2026).
Baca: Dua Orang Luka dan 11 Perahu Dibakar Buntut Perselisihan Nelayan di Pasuruan
Dalam mediasi itu, kedua pihak sepakat damai dan permasalahan dianggap selesai; korban pembacokan diberikan santunan dan diberikan ganti rugi biaya pengobatan; kedua pihak sepakat tidak mengulangi kejadian tersebut dan menaati peraturan hukum yang ada. Terkait bantuan ganti rugi kapal yang terbakar dari kedua belah pihak, akan diselesaikan secara bersama-sama. Penyelesaian dengan melibatkan Pemerintah Kota Pasuruan dan Pemerintah Kabupaten Pasuruan.
Kapolres Titus menegaskan situasi kota sudah kondusif. Masyarakat diminta beraktivitas seperti biasa. Adapun aparat yang masih berjaga di beberapa titik itu untuk memberikan rasa aman pada masyarakat.
"Kota Pasuruan sudah kondusif. Kalau ada polisi, Brimob yang beejag, semata-mata menujukkan bahwa kita sudah bisa mengendalikan situasi dan memberikan pelayanan kepada masyarakat Masyarakat tenang. Kita hadir di sini," tegasnya.
Sementara dua orang yang terluka yakni Moh. Toha (32) warga Desa Kalirejo, yang mengalami luka bacok pada perut dan kepala; serta Jefri Al Farisi (15), juga warga Desa Kalirejo, mengalami luka bacok pada lengan tangan. Setelah dirawat di rumah sakit kondisinya sudah membaik dan sudah pulang.
Baca: Perselisihan Nelayan Berujung Pembakaran Sejumlah Perahu di Pasuruan
Sebelumnya, sejumlah perahu nelayan Desa Kalirejo, di Pelabuhan Pasuruan, dibakar nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Rabu (4/2/2026) pukul 19.30 WIB. Aksi itu dipicu perselisihan antar nelayan.
Beruntung Tim Pemadam Kebakaran cepat ke lokasi dan segera melakukan memadamkan. Sehingga perahu-perahu tersebut hanya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, tidak sampai terbakar habis.
Perselisihan nelayan Desa Kalirejo dengan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo berawal di Perairan Katingan, Sidoarjo pada pukul 16.00 WIB. Perselisihan bermula saat nelayan Kelurahan Ngemplakrejo menggunakan perahu dengan jaring trawl terlalu ke pinggir pada saat mencari ikan. Nelayan dari Desa Kalirejo yang ada di lokasi menegur hingga terjadi perselisihan. Kemudian perahu dengan jaring trawl diamankan ke Desa Kalirejo, sementara 6 ABK-nya disuruh pulang.
Perahu nelayan Kelurahan Ngemplakrejo yang diamankan tersebut tiba-tiba dibakar oleh warga. Hal itu memicu kemarahan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo. Mereka kemudian membakar perahu-perahu nelayan Desa Kalirejo yang bersandar di Pelabuhan Pasuruan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





