Merebak di Jatim, Dinkes Kota Probolinggo Belum Temukan Kasus Influenza A

AKURAT.CO, Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kota Probolinggo belum menemukan kasus Influenza A di wilayahnya. Dinas memperkuat pencegahan.
Dinkes P2KB) Kota Probolinggo memperkuat edukasi kepada masyarakat. Warga diingatkan mengenai gejala influenza sekaligus cara mengurangi risiko penularan.
Kepala Dinkes P2KB Kota Probolinggo, Intan Sudarmadi, mengatakan peningkatan kasus di Jawa Timur menjadi alasan utama penguatan edukasi tersebut.
“Di Jatim meningkat. Tapi Kota Probolinggo belum terlaporkan ada Influenza A. Jadi buat preventif saja,” kata Intan, Kamis (24/9/2026).
Langkah pencegahan yang disampaikan sebenarnya sederhana. Masyarakat diminta menjaga kebersihan tangan dan menggunakan masker dalam kondisi yang membutuhkan perlindungan tambahan.
Hal ini berkaitan dengan pola penularan influenza yang dapat terjadi melalui percikan saat seseorang batuk atau bersin. Penularan juga bisa berlangsung melalui kontak dekat serta tangan atau benda yang sudah terkontaminasi.
'Perhatian lebih juga diarahkan kepada kelompok rentan, seperti balita, lansia, ibu hamil, dan orang yang memiliki penyakit kronis," terangnya.
Meski situasi di Jawa Timur menjadi perhatian, Dinkes P2KB Kota Probolinggo belum menetapkan penanganan khusus untuk Influenza A. Penyebabnya, hingga kini belum ada kasus yang dilaporkan di Kota Probolinggo. Bahkan, Dinkes memastikan kasus Influenza A juga belum tercatat di wilayah tersebut pada tahun sebelumnya.
Untuk pelayanan kesehatan, fasilitas kesehatan tetap mengacu pada SOP penanganan influenza yang telah tersedia. SOP tersebut tidak secara spesifik dibuat untuk Influenza A, tetapi menjadi pedoman dalam menangani penyakit influenza secara umum.
“Kalau faskes sendiri sudah ada SOP tersendiri tidak hanya khusus buat Influenza A. Tetap ikut SOP, karena pada dasarnya mirip semua jenis influenza,” jelas Intan.
Di tengah kekhawatiran terhadap meningkatnya kasus influenza, Dinkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan pengobatan secara sembarangan. Antibiotik, misalnya, tidak boleh dikonsumsi secara asal ketika seseorang mengalami gejala influenza. Sementara minuman tradisional hangat hanya dapat membantu memberikan rasa nyaman dan bukan pengganti pemeriksaan maupun pengobatan medis.
Masyarakat diminta memperhatikan perkembangan kondisi tubuh. Jika gejala semakin berat, pemeriksaan di fasilitas pelayanan kesehatan menjadi langkah yang dianjurkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1KKP Segel 1.048 Ton Udang Impor di Jatim, 900 Ton Ditahan di Pasuruan
- 2Mengerikan! 7 Pemotor Tewas Kecelakaan di Pasuruan Selama 12 Jam
- 3Pasutri Muda dan Anaknya Tewas Ditabrak Truk di Jalur Surabaya-Malang
- 4Pemdes Tutup Warung-warung Penyedia Pelacuran di Karanganyar Pasuruan
- 5DPRD Kota Pasuruan Sepakat Tetapkan Raperda Perubahan APBD 2026
- 6Agus Sulaeman Pembunuh Mahasiswi UMM Divonis Hukum Mati
- 7Ratusan Keluarga Kota Pasuruan Terima Bantuan Bedah Rumah KPKP Lewat Jalur Aspirasi Mukhamad Misbakhun
- 8Kawasan PKL Sultan Agung Kota Pasuruan akan Dijadikan Sentra Kuliner Halal Inklusif
- 9Begal Motor di Lumajang Tewas Ditabrak Korban Pakai Mobil
- 10Sapi Curian Jatuh dari Kendaraan, Maling Hewan di Probolinggo Gagal Cuan






