Jatim

Hilang 5 Hari, Penyelam Tradisional di Probolinggo Ditemukan Meninggal Dunia

Raphel Aziza | 6 Oktober 2026, 10:50 WIB
Hilang 5 Hari, Penyelam Tradisional di Probolinggo Ditemukan Meninggal Dunia
Korban dievakuasi. - Istimewa.

AKURAT.CO, Penyelam tradisional asal Kelurahan Mayangan, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, Ismail (58), yang sebelumnya tenggelam di perairan Probolinggo, akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Korban ditemukan setelah 5 hari pencarian.

Jenazah korban ditemukan pada Senin (5/10/2026) sekitar pukul 12.30 WIB. Setelah dievakuasi dari tengah laut, jenazah tiba di Pelabuhan Tanjung Tembaga, Kota Probolinggo, sekitar pukul 15.30 WIB.

Suasana haru langsung pecah ketika jenazah korban diturunkan dari kapal evakuasi. Isak tangis keluarga dan kerabat pecah menyambut kedatangan korban yang selama lima hari terakhir menjadi fokus pencarian tim gabungan.

Dantim Basarnas Banyuwangi, Putu Eka Agus Setiyawan mengatakan, korban ditemukan sekitar 7,3 mil dengan arah 71 derajat dari lokasi awal kejadian. Korban ditemukan sudah dalam kondisi meninggal dunia, kondisi fisik jenazah sudah mengalami pembengkakan.



"Mungkin ke depannya terkait dengan penyelam tradisional lebih mengutamakan safety. Walaupun sudah sering dilakukan, tapi kami tetap mengimbau tetap mengutamakan keselamatan saat melakukan penyelaman,” ujarnya.

Sementara itu, Kasat Polairud Polres Probolinggo AKP I Wayan Mulyana mengungkapkan, pencarian korban sempat difokuskan ke wilayah perairan Paiton setelah tim mendapatkan informasi adanya jenazah yang terlihat mengambang di tengah laut. Pencarian dilakukan tim gabungan bersama pihak keluarga korban. Hingga akhirnya, korban berhasil ditemukan oleh pihak keluarga yang turut melakukan pencarian di laut.

“Tim gabungan bersama pihak keluarga korban sama-sama mencari, dan syukur alhamdulillah korban ditemukan oleh tim keluarga, sehingga langsung dievakuasi ke Pelabuhan Probolinggo,” kata Wayan.

Usai tiba di Pelabuhan Tanjung Tembaga, jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan medis dan visum. Wayan mengatakan, pihak kepolisian masih menunggu hasil visum untuk memastikan penyebab kematian korban.

“Untuk kondisi korban badan sudah mulai membengkak, dan untuk proses lanjut kita bawa ke rumah sakit RSUD dr. Moh Saleh Kota Probolinggo untuk dilakukan visum lebih lanjut. Untuk indikasi kekerasan atau bukan, kita masih menunggu hasil visum,” pungkasnya.

Kronologi korban hilang

Ismail, warga Kecamatan Mayangan, Kabupaten Probolinggo, dilaporkan hilang saat menyelam di bangkai KM Bahagia di Perairan Kalibuntu, Kecamatan Kraksaan, Kamis (1/10/2026). Saat kejadian, korban berada di kedalaman sekitar 40 meter untuk pekerjaan pengangkatan kapal milik Muhammad Zaeni.



Peristiwa itu bermula sekitar pukul 10.03 WIB. Ismail turun ke bawah permukaan laut bersama rekannya, Muhari. Sebelum penyelaman, keduanya telah menyepakati kode komunikasi menggunakan selang penyelaman.

Namun, hampir 30 menit berselang, Muhari mulai curiga. Tidak ada lagi pergerakan pada selang yang terhubung dengan Ismail.

Muhari kemudian mencoba menarik selang tersebut secara perlahan. Harapannya, Ismail akan memberikan respons atau muncul ke permukaan. Namun, yang terjadi justru sebaliknya. Ismail tidak merespons dan tidak kunjung muncul.

Situasi itu langsung memicu pencarian di sekitar lokasi. Keluarga korban bersama sejumlah nelayan kemudian melakukan pencarian secara mandiri hingga sekitar pukul 13.00 WIB. Namun, pencarian awal tersebut belum membuahkan hasil. Ismail tetap belum ditemukan.

Informasi kejadian selanjutnya diteruskan melalui Pos TNI AL Paiton kepada Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi. Laporan kondisi membahayakan manusia itu diterima pada pukul 15.42 WIB. Merespons laporan tersebut, Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi I Made Oka Astawa, langsung mengerahkan tujuh personel Tim Rescue menuju lokasi. Tim diberangkatkan pukul 16.05 WIB dengan membawa Rescue Car Type II, rubber boat dan motor tempel, peralatan water rescue, peralatan selam, perlengkapan medis, serta perangkat komunikasi.

Titik hilangnya Ismail berada pada koordinat 07°39’50.3”S – 113°24’23.8”E. Lokasi tersebut berjarak sekitar 171 kilometer dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi.

Sejumlah unsur kini dilibatkan dalam operasi pencarian. Di antaranya Tim Rescue Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, Pos TNI AL Paiton, Pos TNI AL Mayangan, Satpol Air Probolinggo, BPBD Kabupaten Probolinggo, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Panjarakan, keluarga korban, serta nelayan sekitar.

Tim SAR selanjutnya akan berkoordinasi di lokasi untuk menentukan pola pencarian. Kondisi perairan, kedalaman sekitar 40 meter, posisi bangkai kapal, serta faktor keselamatan penyelam menjadi pertimbangan dalam operasi pencarian.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.