Viral Rekaman Video Pengajian KH Anwar Zahid Ingatkan Wali Kota Madiun Soal OTT KPK

AKURAT.CO, Video ceramah Kiai Anwar Zahid yang sempat mengingatkan Wali Kota Madiun Maidi supaya berhati-hati mengemban jabatan. Ulama sekaligus dai yang juga pengasuh Ponpes Sabilunnajah di Desa Simorejo, Kecamatan Kanor, Bojonegoro itu sempat menyindir jelas Wali Kota Maidi agar tidak sampai terjerat operasi tangkap tangan (OTT) KPK. Kiai yang akrab disapa Abah Anza itu mengaku akan malu bila hal itu terjadi karena keakrabannya dengan Maidi.
Momen Abah Anza mengingatkan Maidi itu terjadi dalam acara 'Pengajian Damai bersama KH Anwar Zahid' sekaligus penggantian kiswah Ka'bah Pahlawan Religi Center di kawasan Pahlawan Street Center Kota Madiun pada 19 November 2025.
"Orang yang paham dengan politik itu namanya politisi. Kalau dulu disebut politikus. Itu dulu. Tapi karena terlalu banyak yang bener-bener jadi tikus, akhirnya diubah jadi politisi," ujarnya diikuti tawa hadirin. "Kalau yang ahli di bidang agama biasa disebut kiai," ujarnya dalam cuplikan dari YouTube Pemkot Madiun, Rabu (21/1/2026).
Baca: KPK Tetapkan Walkot Madiun Maidi Sebagai Tersangka Korupsi Dana CSR
Dalam ceramah itulah Abah Anza sempat memuji bahwa Wali Kota Maidi menurutnya sudah berikhtiar maksimal untuk menata pemerintahan di Kota Madiun dengan sebaik-baiknya. Terutama, dia yakin di Kota Madiun tidak ada jual beli jabatan.
"Jual beli jabatan, nggak ada... Madiun kok. Ngak ada. Transparan, terbuka. Ya kalau ada jual beli jabatan, yo KPK wis keliweran nok kene. Seliweran," ujar Anwar Zahid.
Dia juga sempat mengingatkan Maidi tentang jual beli jabatan itu. Jangan sampai menerima titipan dari orang untuk menjadi pejabat.
"Ati-ati Pak Wali Kota. Ngkok terus moro-moro 'bapak nitip ini pak'. Apa nitip-nitip. Kompeten nggak? Kalau nggak kompeten ya jangan diterima. Meskipun usulan Wakil Wali Kota, SMA nggak lulus kok jadi kepala dinas. Misalnya... Lho ini kan saya mengingatkan tugasnya," ujarnya.
Saat ini video tersebut tersebar dalam bentuk potongan tik-tok, reel instagram. Bahkan videonya sudah ditonton 70 ribuan kali.
Sebelumnya KPK melakukan OTT di Kota Madiun dan sudah menetapkan tiga tersangka salah satunya Wali Kota Madiun.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.





