Nelayan Pasuruan Tak Melaut karena Cuaca Buruk, Harga Ikan Naik

AKURAT.CO, Sebagian besar nelayan di wilayah pesisir Kota Pasuruan, Jawa Timur, memilih untuk menghentikan aktivitas melaut menyusul cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang melanda perairan Pasuruan dalam beberapa hari terakhir.
Para nelayan mengisi waktu luang dengan memperbaiki alat tangkap dan menyulam jaring sembari menunggu cuaca kembali kondusif.
“Sekarang kami lebih waspada. Kalau laporannya cuaca buruk, kami memilih tidak berangkat sama sekali daripada resiko,” kata Tatang, salah satu nelayan, di jalan arah Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Kelurahan Ngemplakrejo, Kota Pasuruan, Jumat (23/1/2026).
Tatang menjelaskan, fenomena angin barat menjadi ancaman utama karena kerap datang mendadak dan memicu ombak besar yang membahayakan perahu nelayan.
“Kalau istilahnya orang dulu, kalau angin kencang itu malah musimnya ikan. Tapi risikonya juga besar, perahu bisa terbalik. Sebagian besar dari kami tidak berani ambil risiko itu meskipun sebagian masih ada yang tetap berangkat,” imbuhnya.
Banyaknya nelayan yang tidak melaut berdampak pada pasokan ikan segar lokal di Kota Pasuruan dan memicu lonjakan harga yang cukup signifikan di pasaran.
Makrus, seorang pengepul ikan, mengungkapkan bahwa harga ikan kini cukup tinggi akibat stok yang sangat terbatas.
Ia menyebut, ikan tongkol kecil yang biasanya dijual Rp12.000 hingga Rp15.000 per kilogram, kini menyentuh angka Rp30.000 sampai Rp35.000 per kilogram.
Cumi-cumi yang biasanya dibanderol Rp40.000 hingga Rp50.000, kini menembus Rp65.000 hingga Rp70.000 per kilogram.
Menurutnya, meski harga melonjak, komoditas tersebut tetap cepat laku karena tingginya peminat di tengah kelangkaan stok.
“Barangnya jarang. Kalau ada, biasanya tetap cepat laku karena banyak yang mencari meski mahal,” tandasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





