Potensi Erosi Meningkat Pascakebakaran Bromo

AKURAT.CO, Kebakaran kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mencapai 500 hektare. Kebakaran menghanguskan semak belukar dan sejumlah tanaman endemik, seperti akasia dekuren sampai kemlandingan gunung.
Semak belukar dan beragam tanaman endemik itu merupakan habitat tempat satwa-satwa liar. Seperti seperti burung alap-alap, burung prenjak hingga kancil.
"Dari Jemplang sampai di Cemorolawang, ada banyak semak belukar terbakar, potensi kebakaran tinggi karena ciri khas dari vegetasi pegunungan tidak bisa lebat," kata Dirjen Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Satyawan Pudyatmoko, saat datang ke savana Bromo, Jumat, pekan lalu.
"Syukurnya masih ada spot yang tidak terbakar dan jadi tempat berlindung satwa," imbuhnya.
Selain menjadi habitat satwa liar, fungsi penting vegetasi itu menjaga kesuburan dan kepadatan tanah. Satyawan mengkhawatirkan potensi erosi akan meningkat saat musim hujan.
"Kalau semak belukarnya habis, potensi erosi ketika hujan deras bisa lebih tinggi," ungkapnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Perempuan Asal Probolinggo Tewas Tertabrak Kereta Api di Pasuruan, Terseret 100 Meter
- 2Kiai Marzuki Mustamar Gagal Umrah karena Kena Blacklist Arab Saudi
- 3Rapat Paripurna II, 6 Fraksi Sampaikan Pandangan Umum 3 Raperda Kota Pasuruan
- 4Terduga Pelaku Pembunuhan di Probolinggo Meninggal Usai Diamankan Polisi
- 5Pacitan Diguncang Gempa M 4,4
- 6Warga Bangilan Meninggal Saat Jalan Santai di Alun-alun Pasuruan
- 7Revitalisasi Kantor Walkot Pasuruan Usung Konsep Cagar Budaya
- 8Polisi di Probolinggo Ribut dengan Warga Diduga Tak Terima Ditegur soal Kecepatan Kendaraan
- 9Viral Pemuda Bondowoso Lecehkan Alquran, Warga Marah Tuntut Proses Hukum
- 10Polres Pasuruan Selidiki Pertambangan Sirtu Diduga Tanpa Izin di Pasrepan







