Tuntaskan Target Program, GKMNU Laksanakan Penguatan Kapasitas Kader di Jawa Timur

Surabaya - Pelaksanaan program Gerakan Keluarga Maslahat Nahdlatul Ulama (GKMNU) yang menjadi agenda strategis Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin solid matangkan strategi dan implementasi gerakan di Jawa Timur.
Melalui sinergi yang dilakukan bersama Kantor Wilayah Kementrian Agama Jawa Timur, GKMNU Jawa Timur melakukan konsolidasi dan upgrading kepada satgas penggerak GKMNU guna maksimalkan capaian target pelaksanaan program.
Sebanyak 45 Satgas GKMNU Jawa Timur yang terdiri dari delegasi kabupaten/kota di Jawa Timur dan dari unsur LKKNU, GP Ansor dan Fatayat NU menerima materi berbobot dalam agenda bertajuk “Peningkatan Kapasitas Penggerak Keluarga Sakinah Untuk Ketahanan Keluarga dan Bangsa Tahun 2023” di Hotel Luminor Surabaya, 18-19 November 2023.
Agenda dibuka langsung oleh Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur Dr. H. Husnul Maram, M.HI dan dihadiri oleh Tiga Narasumber utama yaitu Ning Hj. Alissa Wahid, Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm dan Dr. Fawaizul Umam, MAg.
Acara dimulai dengan progress report pelaksanaan program relasi maslahat yang dipandu oleh fasilitator nasional GKMNU Nurmey Nurulchaq, S.Psi., MA.
Disusul materi bedah program GKMNU yang langsung disampaikan oleh Hj. Alissa Wahid, puteri Almgahfurlah Gus Dur tersebut menjelaskan insight program GKMNU sebagai gerakan berbasis civil society dengan fokus target penerima manfaatnya adalah keluarga kepada satgas penggerak.
Mbak Lissa sapaan akrab Wakil Ketua GKMNU Nasional itu menjelaskan bahwa Program GKMNU adalah Mandat besar Ketum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf melanjutkan amanah yang beliau emban dalam keputusan Muktamar NU ke 34 tentang peran sosial Nahldatul Ulama.
Diperlukan langkah kolektif guna mensukseskan misi besar GKMNU mengingat program tersebut tidak hanya untuk warga NU tapi kepada masyarakat luas. "Karena isu strategis dan sentral, isu bersama berbagai elemen. GKMNU menjadi ruang pengorganisasian Nahdlatul Ulama untuk berkhidmat untuk jamaah NU dan warga masyarakat yang lebih luas” Terangnya.
Materi kedua disampaikan oleh Instruktur Nasional Dr. Nur Rofiah, Bil. Uzm. Ulama perempuan progresif alumni program magister dan Doktoral di Turki tersebut menyampaikan materi penting tentang Konsep Keluarga Maslahat an Nahdliyah.
Pada hari kedua, Materi tentang Kepemimpinan dan Kepeloporan dalam membangun Gerakan disampaikan oleh Dr. Fawaizul Umam, M.Ag sekaligus menjadi materi pamungkas dalam acara yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Ketua Satgas GKMNU Jawa Timur H. Syafiq Syauqi, Lc, M.Ag dalam sesi terakhir menyampaikan beberapa arahan kepada peserta untuk terus memaksimalkan kerja kolektif lintas stake holder guna suksesnya program GKMNU di Jawa Timur.
“Target capaian program tahun 2023 tinggal sebulan lagi. Masih banyak agenda tugas yang harus dieksekusi sebagai bentuk ri’ayatul ummah yang nyata oleh Nahldatul Ulama. Kita sudah tidak dalam tahap rapat-rapat lagi, tapi harus sudah pada tahap implementasi, evaluasi dan database laporan kegiatan yang terukur” Tegas Gus Syafiq yang juga menjabat sebagai Ketua PW GP Ansor Jawa Timur.
“Saya melihat RTL dari satgas masih berkutat pada rakor-rakor terus. Kita punya waktu hanya sebulan untuk lakukan target 2000 titik kegiatan di Jawa Timur. Segera bangun sinergi dan eksekusi” Pungkasnya.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





