Jatim

Stok Sembako Kota Pasuruan Dijamin Aman Selama Nataru

Noor Latifah Adzhari | 5 Desember 2024, 12:27 WIB
Stok Sembako Kota Pasuruan Dijamin Aman Selama Nataru

AKURAT.CO, Tim Pengendali Inflasi (TPID) Kota Pasuruan menggelar high level meeting sebagai langkah konkret pengendalian inflasi Kota Pasuruan jelang Natal dan Tahun Baru 2025, di Ruang Rapat Untung Suropati I, Rabu (4/11/2024). 

Rapat ini dipimpin Plt. Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo (Mas Adi) dan dihadiri para kepala OPD dan stakeholder terkait.

"Setelah tadi kita dengarkan paparan dari Bulog untuk data ketersediaan beras, juga Disperindag terkait kondisi pasar, serta ketersediaan elpiji dan BBM, Insya Allah stok kita pada Nataru aman," kata Mas Adi.

Ia mencontohkan bagaimana Bulog menjamin ketersediaan beras Kota Pasuruan pada komplek pergudangan Gadingrejo. Pada data yang dipaparkan, terlihat proyeksi stok beras yang diperkirakan bisa menopang kebutuhan pangan hingga April 2025.

"Stabilitas harga dan kondisi pasar juga terjaga. Tadi juga dinyatakan bahwa stok elpiji dan BBM jelang nataru juga aman. Namun harus tetap dilakukan antisipasi dan mitigasi, terutama di sektor distribusi BBM karena nataru biasanya mobilisasi kendaraan meningkat," imbuhnya.

Amannya stok bahan pokok di Kota Pasuruan ini menurut Mas Adi buah dari sinergi berbagai pihak. High Level Meeting ini juga menjadi langkah lanjutan dimana sebelumnya TPID secara rutin mengikuti rakor pengendalian inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri. 

Pada pertemuan tersebut juga dijabarkan beberapa strategi pengendalian inflasi Kota Pasuruan untuk beberapa waktu kedepan. Antara lain melalui optimalisasi operasi pasar dan pasar murah, pengembangan urban farming, penguatan koordinaasi distribusi pangan, serta komunikasi efektif antar berbagai stakeholder terkait.

Mas Adi juga meminta seluruh pihak mengantisipasi perubahan iklim dan cuaca yang sedang terjadi. Menurut Mas Adi perubahan iklim biasanya diikuti oleh perubahan situasi sosial dan ekonomi. 

"Perubahan iklim dapat menjadi awal bencana alam yang dapat mempengaruhi stabilitas bahan pangan. Potensi bencana dan mitigasinya harus dipetakan," himbaunya.

Pada kesempatan itu, pria yang sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota Pasuruan itu menyebut bahwa Kota Pasuruan bukanlah daerah penghasil pangan yang besar. Untuk itu diperlukan sinergi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk daerah lain yang menjadi penghasil pangan lebih besar.

Sementara di akhir pertemuan, menjadi momentum bagi Bank Indonesia Malang untuk menyampaikan secara simbolis program bantuan kepada Dekranasda Kota Pasuruan.

Bantuan bertajuk Program Sosial Bank Indonesia ini bertujuan untuk pemberdayaan ekonomi rakyat. Diterima secara simbolis oleh Plt Walikota Pasuruan, Bank Indonesia memberikan dukungan berupa sarana pendukung galeri Dekranasda. 

"Sebelum ini Bank Indonesia juga telah banyak memberikan dukungan bagi Pemkot Pasuruan. Harapannya, kalau sekarang untuk Dekranasda, dukungan berikutnya dapat diberikan untuk sektor yang lain," pungkas Mas Adi. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.