Jatim

Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Pasuruan, Ribuan Warga Terdampak, Jalur Pantura Sempat Lumpuh

Eko Krisyanto | 25 Maret 2026, 07:18 WIB
Banjir Rendam Sejumlah Wilayah di Pasuruan, Ribuan Warga Terdampak, Jalur Pantura Sempat Lumpuh
Banjir Pasuruan.

AKURAT.CO, Hujan dengan intensitas lebat yang mengguyur wilayah Pasuruan pada Selasa (24/3/2026) sekitar pukul 14.00 WIB selama lebih dari dua jam, menyebabkan sejumlah daerah aliran sungai (DAS) meluap. Air pun meluber ke permukiman warga dan mengakibatkan banjir di berbagai kecamatan.

Berdasarkan data yang dihimpun, sedikitnya 10 kecamatan terdampak banjir dengan ribuan kepala keluarga (KK) dan jiwa terdampak.

Di Kecamatan Rejoso, banjir berdampak pada 1.383 (Kepala Keluarga) KK atau 4.149 jiwa. Ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 150 cm. Wilayah terparah berada di Desa Sadengrejo, khususnya Dusun Sadeng dengan ketinggian air mencapai 80–150 cm. Sebanyak 50 KK di desa tersebut terpaksa mengungsi ke balai desa. Selain itu, 25 KK di Desa Kawisrejo juga mengungsi akibat banjir setinggi hingga 110 cm.

Sementara di Kecamatan Bangil, banjir merendam 1.276 KK atau 3.828 jiwa. Sejumlah wilayah seperti Desa Tambakan dan Kelurahan Kalianyar terdampak dengan ketinggian air antara 10 hingga 60 cm. Namun, beberapa wilayah lainnya dilaporkan sudah mulai surut.

Kondisi serupa terjadi di Kecamatan Beji dengan 1.430 KK atau 4.290 jiwa terdampak. Banjir terparah terjadi di Desa Kedungringin dengan ketinggian air mencapai 80–120 cm. Selain itu, genangan juga sempat mengganggu akses di Jalan Alternatif Beji–Bangil.

Di Kecamatan Winongan, sebanyak 1.318 KK atau 3.954 jiwa terdampak. Ketinggian air mencapai 80 cm di beberapa titik seperti Dusun Sentul Kluwes dan Dusun Toyowono. Sejumlah wilayah lain mengalami genangan dengan ketinggian bervariasi antara 20 hingga 50 cm.

Banjir juga terjadi di Kecamatan Grati dengan 258 KK atau 774 jiwa terdampak, terutama di Dusun Kebrukan, Desa Kedawung Kulon dengan ketinggian air mencapai 100 cm.

Di Kecamatan Gondangwetan, sebanyak 610 KK atau 2.025 jiwa terdampak. Di Desa Tenggilis, tercatat 195 warga mengungsi ke rumah tetangga yang lebih tinggi. Ketinggian air di wilayah ini berkisar antara 20 hingga 70 cm.

Selain itu, banjir juga dilaporkan terjadi di Kecamatan Kraton dengan 300 KK atau 900 jiwa terdampak, serta Kecamatan Pohjentrek dengan 395 KK atau 1.185 jiwa terdampak. Beberapa wilayah di Kecamatan Kejayan dan Pasrepan juga sempat tergenang, namun air dilaporkan telah surut.

Secara umum, ketinggian air di berbagai wilayah bervariasi mulai dari 10 cm hingga 150 cm. Sejumlah warga terpaksa mengungsi, sementara sebagian lainnya masih bertahan di rumah masing-masing sambil menunggu air surut.

"Hingga saat ini, kondisi di beberapa titik mulai berangsur surut, namun warga diminta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan mengingat cuaca masih berpotensi hujan," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Sugeng Hariyadi, Rabu (25/3/2026).

Sementara itu di wilayah Kota Pasuruan, banjir di banyak keluaran. Antara lain Kelurahan Tamanan, Kelurahan Pekuncen, Kelurahan Slagah, Kelurahan Kebonsari, Kelurahan Karangwingko, Kelurahan Blandongan Kepel dan Kelurahan Sekargadung.

"Terparah di Tamanan dan Kebonsari dan Karangwingko. Tamanan ada yang sepundak orang dewasa," kata Riska, warga Kelurahan Tamanan.

Selain itu banjir juga banjir juga merendam jalur pantura di Jalan Ir Juanda, Kota Pasuruan. Akibat jalan ditutup dan kendaraan dialihkan ke Jalur Lingkar Selatan atau tol.

"Jalur pantura sudah bisa dilalui," kata Kepala UPT P3 LLAJ Dishub Jatim, Yulianto.

Petugas BPBD Kota Pasuruan melakukan pembersihan Jalan Ir Juanda dari lumpur sisa banjir. Khusus di atas Jembatan Buk Wedi dan sekitarnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.