Jatim

Warga Masih Waswas, Korban Begal Payudara di Tutur Pasuruan Siap Lapor Polisi

Eko Krisyanto | 29 September 2026, 12:55 WIB
Warga Masih Waswas, Korban Begal Payudara di Tutur Pasuruan Siap Lapor Polisi
Salah satu lokasi kejadian. - Istimewa.

AKURAT.CO, Perempuan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, resah setelah muncul aksi pelecehan seksual di jalanan. Pelaku disebut membuntuti perempuan yang melintas menggunakan sepeda motor sebelum menyentuh bagian tubuh korban mulai dari payudara hingga pantat.

Warga masih waswas dan salah satu korban kini siap membawa kasus tersebut ke polisi. Perkembangan itu muncul setelah polisi menggelar mediasi dengan sejumlah korban, Pemerintah Desa Andonosari, dan pihak terkait pada Senin (28/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, polisi menggali keterangan para korban terkait kronologi, modus, lokasi kejadian, hingga frekuensi aksi yang mereka alami. Sekretaris Desa Andonosari Sri Puji Astuti mengatakan, dari pertemuan tersebut terdapat satu korban yang menyatakan siap melanjutkan laporan ke Polres Pasuruan.

Baca: Begal Payudara Teror Ibu-ibu di Tutur Pasuruan, Para Korban Malu dan Trauma

"Untuk hasil pertemuan, sesuai petunjuk dan arahan Polsek, salah satu korban yang hadir siap untuk melanjutkan laporan ke Polres," kata Puji, Selasa (29/9/2026).

Puji mengatakan, pihak desa masih berupaya mengondisikan korban lain yang sebelumnya belum dapat hadir dalam mediasi. Para korban diharapkan bisa memberikan keterangan agar dugaan aksi pelecehan tersebut dapat ditelusuri lebih lanjut.

Keresahan warga sebelumnya mencuat setelah dua perempuan melaporkan dugaan pelecehan seksual yang mereka alami kepada Pemerintah Desa Andonosari pada Senin (21/9/2026). Informasi tersebut kemudian ditelusuri di sejumlah dusun dan wilayah sekitar. Dari penelusuran warga, terdapat sekitar 10 perempuan yang mengaku pernah mengalami kejadian serupa.

"Iya memang resah. Tapi semenjak diberitakan belum ada kasus baru," ujarnya.

Para korban menyebut modus pelaku relatif serupa. Pelaku diduga mengendarai sepeda motor tanpa pelat nomor, mengenakan jaket dan masker, kemudian membuntuti perempuan yang melintas.

Saat situasi dianggap memungkinkan, pelaku mendekati korban dan melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian sensitif tubuh, termasuk payudara hingga bokong. Setelah itu pelaku langsung kabur menggunakan sepeda motor.

Aksi tersebut disebut lebih sering terjadi pada siang hari. Kondisi itu membuat perempuan yang melintas seorang diri di wilayah Tutur masih merasa waswas.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.