Jatim

Begal Payudara Teror Ibu-ibu di Tutur Pasuruan, Para Korban Malu dan Trauma

Eko Krisyanto | 25 September 2026, 19:37 WIB
Begal Payudara Teror Ibu-ibu di Tutur Pasuruan, Para Korban Malu dan Trauma
Salah satu lokasi kejadian. - Istimewa.

AKURAT.CO, Perempuan di Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, resah setelah muncul aksi pelecehan seksual di jalanan. Pelaku disebut membuntuti perempuan yang melintas menggunakan sepeda motor sebelum menyentuh bagian tubuh korban mulai dari payudara hingga pantat.

Kasus ini mencuat setelah dua warga Desa Andonosari melaporkan kejadian yang mereka alami kepada pemerintah desa. Laporan tersebut kemudian disampaikan kepada warga di sejumlah dusun.

Dari informasi yang berkembang, jumlah perempuan yang mengaku mengalami kejadian serupa kini mencapai sekitar 10 orang. Mereka berasal dari sejumlah wilayah di Kecamatan Tutur, di antaranya Andonosari, Wonosari, Tutur, Palangsari, hingga Gendro.

Kepala Desa Andonosari Ahmad Pujianto mengatakan, dugaan pelecehan tersebut kemungkinan telah berlangsung cukup lama. Namun, kasus itu baru terungkap setelah korban mulai berani menceritakan pengalaman mereka.

"Awalnya ada dua orang yang melapor. Setelah disampaikan ke beberapa dusun, ternyata bertambah menjadi sekitar 10 orang," ujar Pujianto, Jumat (25/9/2026).

Menurut dia, para korban menyampaikan modus yang relatif sama. Pelaku diduga menggunakan sepeda motor tanpa pelat nomor serta mengenakan jaket dan masker untuk menyamarkan identitas.

Pelaku kemudian membuntuti perempuan yang melintas. Ketika situasi dianggap memungkinkan, pelaku mendekati korban dan melakukan pelecehan dengan menyentuh bagian tubuh yang sensitif. Setelah itu, pelaku langsung melarikan diri menggunakan sepeda motor.

"Modusnya di jalanan, melakukan aksi pelecehan itu. Saat kejadian juga korban sempat mengejar namun gagal," katanya.

Aksi tersebut disebut lebih banyak terjadi pada siang hari. Kondisi itu membuat perempuan, khususnya ibu-ibu, mulai merasa tidak aman ketika harus bepergian seorang diri.

Keresahan warga juga semakin meluas setelah satu per satu perempuan mengaku pernah mengalami kejadian serupa. Sebagian korban sebelumnya memilih diam dan baru berani bercerita setelah mengetahui ada warga lain yang mengalami kejadian serupa.

"Para korban malu, trauma dengan apa yang dialami," terangnya.

Pemerintah Desa Andonosari telah berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas untuk menindaklanjuti informasi tersebut. Warga berharap pelaku segera teridentifikasi sehingga dugaan aksi pelecehan di jalanan tidak kembali terjadi.

Pihak desa juga mengimbau warga meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika melintas seorang diri di jalan yang sepi. Perempuan yang merasa pernah menjadi korban diminta segera melapor agar kejadian tersebut dapat ditelusuri dan ditindaklanjuti oleh aparat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.