Jatim

Ibu Alami Stroke, Siti Tenang karena Terlindungi JKN

Syukron Nuaim Hayat | 7 Oktober 2026, 19:24 WIB
Ibu Alami Stroke, Siti Tenang karena Terlindungi JKN
Pasien BPJS Kesehatan. - Istimewa.

AKURAT.CO, Sudah lebih dari empat tahun Siti Julaeha mendampingi ibunya, Siti Chunaiyah (69), menghadapi stroke. Warga Purutrejo, Kota Pasuruan, itu masih mengingat kondisi sang ibu yang semula masih mampu berjalan dan melakukan aktivitas sehari-hari. Seiring waktu, kondisi kesehatannya beberapa kali menurun hingga aktivitas sehari-hari harus dilakukan dengan bantuan keluarga.

“Waktu itu kondisi ibu tiba-tiba menurun. Setelah dibawa ke rumah sakit dan mendapatkan perawatan, Alhamdulillah sempat membaik dan masih bisa berjalan. Tetapi setelah itu kondisinya kembali menurun sampai bagian sebelah kiri tubuh ibu tidak bisa digerakkan,” ujar Siti saat ditemui mendampingi ibunya. Selasa, (6/10/2026).

Perjalanan pengobatan tersebut dimulai pada 30 September 2022. Saat itu, keluarga membawa Siti Chunaiyah ke rumah sakit setelah kondisi kesehatannya tiba-tiba menurun. Setelah mendapatkan perawatan, kondisinya sempat membaik. Namun, kondisi tersebut tidak berlangsung lama hingga akhirnya sang ibu kembali membutuhkan perawatan dan pendampingan keluarga.

Bagi Siti, mendampingi orang tua yang membutuhkan perawatan dalam jangka panjang bukanlah hal mudah. Selain harus memastikan sang ibu mendapatkan pengobatan, kekhawatiran mengenai biaya juga sempat terlintas di pikirannya, terlebih kondisi kesehatan sang ibu beberapa kali mengalami penurunan.

“Alhamdulillah, ibu sudah terdaftar JKN. Kalau tidak ada BPJS Kesehatan, mungkin saya juga bingung memikirkan biayanya,” ujarnya.

Sang ibu tercatat sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK), sehingga iuran kepesertaannya dibayarkan oleh pemerintah. Keberadaan JKN membuat Siti merasa lebih tenang ketika harus membawa ibunya mendapatkan pelayanan kesehatan.

Sekitar satu pekan sebelum kembali menjalani perawatan, kondisi Siti Chunaiyah semakin menurun. Tubuhnya menjadi lebih lemah dan bantuan keluarga semakin dibutuhkan. Siti bersama keluarga kemudian membawa sang ibu ke IGD untuk mendapatkan pertolongan.

“Setelah di IGD saya selesaikan administrasinya. Alhamdulillah, semua prosesnya cepat, jadi saya bisa segera memastikan ibu mendapatkan perawatan dan alat bantu yang dibutuhkan sudah dipasang oleh petugas. Setelah ibu sudah ditangani, saya merasa lebih tenang dan bisa fokus mendampingi ibu selama menjalani perawatan,” ungkap Siti.

Selama menjalani rawat inap di RSUD dr. R. Soedarsono, Siti juga merasakan pelayanan dokter dan perawat semakin baik. Ia mengatakan tidak melihat adanya perbedaan perlakuan terhadap pasien selama sang ibu menjalani perawatan.

“Alhamdulillah, selama ibu menjalani perawatan di RSUD dr. R. Soedarsono, pelayanan dokter dan perawat sangat baik. Dari waktu ke waktu saya melihat pelayanannya semakin bagus dan tidak ada perbedaan perlakuan, semua pasien mendapatkan pelayanan dengan baik,” ungkap Siti.

Saat ini, Siti memilih untuk lebih fokus mendampingi sang ibu selama menjalani perawatan. Menurutnya, keberadaan JKN memberikan rasa tenang bagi keluarga karena ketika kondisi kesehatan kembali menurun, mereka dapat segera mencari pertolongan tanpa harus terlebih dahulu memikirkan biaya pengobatan.

“Karena ibu sudah terdaftar JKN, saya jadi lebih tenang. Yang penting ibu mendapatkan perawatan dan pelayanan yang dibutuhkan,” tuturnya.

Setelah melewati perjalanan pengobatan sejak 2022, Siti semakin memahami pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Baginya, JKN bukan sekadar kartu kepesertaan, tetapi menjadi perlindungan bagi keluarga ketika kondisi kesehatan datang tanpa diduga.

“Terima kasih BPJS Kesehatan sudah membantu masyarakat seperti kami. Semoga ke depannya semakin baik dan terus membantu masyarakat yang membutuhkan,” harap Siti.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.