Jatim

Jet Tempur F-16 dan Super Tucano Uji Coba Pendaratan dan Lepas Landas di Tol Paspro

Raphel Aziza | 22 Oktober 2026, 13:38 WIB
Jet Tempur F-16 dan Super Tucano Uji Coba Pendaratan dan Lepas Landas di Tol Paspro
Uji coba pemanfaatan ruas Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo jadi landasan darurat pesawat militer. - Raphel Aziza.

AKURAT.CO, TNI Angkatan Udara (TNI AU) menggelar uji coba pemanfaatan ruas Jalan Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro) sebagai landasan darurat pesawat militer. Pengujian ruas jalan tol tersebut sebagai landasan alternatif bagi pesawat militer apabila pangkalan udara atau bandara tidak dapat digunakan.

Pengujian yang berlangsung Kamis (22/10/2026) itu mencakup kemampuan pendaratan dan lepas landas pesawat di ruas kilometer 834 hingga kilometer 837+500 Tol Paspro. Empat pesawat militer diterjunkan dalam kegiatan tersebut. Masing-masing terdiri dari dua jet tempur F-16 Fighting Falcon yang berasal dari Lanud Iswahjudi, Madiun, serta dua pesawat EMB-314 Super Tucano dari Lanud Abdulrachman Saleh, Malang.

Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono menjelaskan, pengujian tersebut bertujuan memastikan kesiapan TNI AU dalam memanfaatkan infrastruktur di luar pangkalan militer untuk mendukung operasi penerbangan. Menurutnya, jalan tol yang memenuhi persyaratan dapat menjadi pilihan alternatif apabila fasilitas penerbangan yang biasa digunakan mengalami kendala atau tidak memungkinkan untuk dioperasikan.

“Uji coba ini merupakan bagian dari upaya TNI AU untuk menguji kesiapan operasional serta kemampuan kami memanfaatkan infrastruktur daerah, terutama jalan tol sebagai landasan alternatif dalam mendukung operasi udara,” kata Tonny di Probolinggo.

Ia menerangkan, pemanfaatan jalan tol sebagai alternate runway atau landasan alternatif diperlukan untuk menghadapi kondisi tertentu yang menghambat penggunaan landasan pacu di bandara maupun pangkalan udara.

“Misalnya kami sudah tidak bisa menggunakan lagi landasan atau bandara atau pangkalan udara untuk digunakan kepentingan operasi penerbangan, maka kami dapat memanfaatkan jalan tol atau infrastruktur daerah sebagai landasan alternatif atau alternate runway bagi operasi penerbangan,” ujarnya.

Tol Paspro yang menjadi lokasi pengujian memiliki lebar ruas 24 meter. Infrastruktur tersebut diuji untuk melihat potensinya dalam mendukung kebutuhan operasional penerbangan militer. Pengujian di Tol Paspro merupakan kegiatan kedua yang dilakukan TNI AU. Sebelumnya, uji coba serupa telah dilaksanakan di ruas Tol Terbanggi Besar, Lampung, pada 11 Februari 2026.

TNI AU berencana memperluas pemetaan terhadap ruas jalan tol lain yang berpotensi digunakan untuk kebutuhan serupa. Sejumlah lokasi yang masuk dalam rencana tersebut antara lain Tol Cibinong-Cilincing dan jalan tol yang direncanakan dibangun di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Tonny mengatakan, koordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum akan terus dilakukan untuk mengidentifikasi infrastruktur jalan yang memenuhi persyaratan sebagai landasan alternatif.

“Ke depan, kami akan terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dalam pembangunan dan pemetaan jalan tol agar sejumlah ruas yang memenuhi persyaratan untuk dapat disiapkan sebagai landasan alternatif demi mendukung operasi udara,” katanya.

Meski disiapkan untuk mendukung kebutuhan pertahanan, Tonny menegaskan bahwa penggunaan jalan tol sebagai landasan pesawat militer hanya dilakukan dalam kondisi tertentu. Fungsi utama jalan tol sebagai jalur transportasi masyarakat tetap menjadi perhatian utama. Aspek keselamatan pengguna jalan dan kepentingan publik juga harus dipastikan sebelum infrastruktur tersebut dimanfaatkan untuk kegiatan penerbangan militer.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.