Vegetasi Gunung Arjuno-Welirang yang Terbakar Sebagian Besar Semak dan Alang-alang

AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang telah padam. Pihak Tahura Raden Soerjo menyebutkan berdasarkan hasil pantauan sementara, area yang paling parah terdampak kebakaran didominasi oleh ekosistem alang-alang dan semak belukar.
"Mayoritas vegetasi di Arjuno-Welirang yang terbakar didominasi semak dan alang-alang yang cukup tinggi," kata Kepala UPT Tahura Raden Soerjo Agustiningtyas Marini, beberapa waktu lalu.
Sementara untuk sebagian besar pohon-pohon berukuran besar yang turut terdampak kebakaran masih mampu bertahan. Kendati demikian, pihak UPT Tahura Raden Soerjo masih akan terus memantau ketat kesehatan pohon yang selamat dari kobaran api.
"Pohon-pohon tegakan masih bertahan," jelasnya.
Baca: Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Sejak 5 Hari Lalu Belum Padam dan Meluas
Agustiningtyas menyampaikan berdasarkan sistem pemantauan dan peringatan dini karhutla (SiPongi) yang dikelola Kementerian Kehutanan, sudah tidak menunjukkan adanya titik hotspot, sejak Minggu (25/10/2026). Titik-titik lain yang sebelumnya sempat tersisa, saat ini sudah padam total.
Ia menjelaskan bahwa keberhasilan pemadaman api juga sangat terbantu oleh faktor cuaca, di mana hujan sempat mengguyur sebagian kawasan hutan pada beberapa hari terakhir. Guyuran air hujan ini terbukti ampuh meredam sisa-sisa bara api yang sulit dijangkau oleh tim darat akibat kontur medan terjal.
Kendati api telah padam, tim gabungan Polhut, UPT Tahura Raden Soerjo, BPBD, TNI-Polri dan relawan tidak langsung melonggarkan pengawasan. Para petugas lapangan masih tetap siaga dan melanjutkan monitoring berkala di kawasan hutan.
Baca: Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Padam Total Setelah 10 Hari
Bentuk pengawasan lanjutan ini direalisasikan melalui kegiatan patroli rutin, penjagaan pos-pos strategis, serta pemantauan intensif di area bekas terbakar. Langkah preventif ini dinilai sangat penting guna mengantisipasi potensi kemunculan titik api baru.
Penutupan akses bagi aktivitas manusia juga masih diberlakukan secara ketat. Pihak pengelola memastikan kebijakan penutupan jalur pendakian Gunung Arjuno-Welirang masih berlanjut hingga batas waktu yang belum ditentukan.
"Kami terus lakukan monitoring ketat, patroli, dan pengamanan. Harapannya sekaligus bisa memitigasi serta mencegah orang-orang ilegal masuk ke kawasan Tahura Raden Soerjo," terangnya.
Kebakaran di kawasan Gunung Arjuno-Welirang terjadi sejak Kamis (15/10) dan jauh lebih parah dan luas dibanding kebakaran pada 18 Agustus-5 September 2026 lalu. Kebakaran dari wilayah Pasuruan menyebar hingga ke wilayah Mojokerto, Malang dan Batu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 1Squishy Dilengkapi Jarum Suntik Picu Kekhawatiran Orang Tua di Probolingo
- 2BNPB Semai Satu Ton Garam di Langit Jatim untuk Membentuk Awan Hujan
- 3Pelaku Pembunuhan Istri dan Anak di Madiun Baru Pulang Ibadah Haji
- 4Pembunuhan Kejam Ibu dan Anak di Madiun, Korban Dibakar Lalu Dimutilasi
- 5Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Padam Total Setelah 10 Hari
- 6Fraksi Golkar Minta Dishub Kota Pasuruan Evaluasi Rencana Digitalisasi Parkir
- 7Sopir Dipukul Polisi Cepek di Probolinggo, Diduga karena Tolak Beri Uang
- 8Mekanik di Probolinggo Tewas Terlindas Truk yang Diperbaiki
- 9Polisi Rekonstruksi Pembunuhan dan Mutilasi Kejam Ibu dan Anak di Madiun
- 10Bantuan Dana Penyehatan JKN Cair








