Jatim

Kemarau Panjang, Petani Mangga Klonal 21 Pasuruan Raup Cuan

Eko Krisyanto | 13 Oktober 2026, 12:19 WIB
Kemarau Panjang, Petani Mangga Klonal 21 Pasuruan Raup Cuan
Petani mangga klonal 21 Pasuruan. - Istimewa.

AKURAT.CO, Petani mangga klonal 21 atau mangga alpukat di Pasuruan mendapatkan berkah musim kemarau panjang. Kualitas buah lebih terjaga dan panen melimpah, sementara permintaan dari berbagai daerah terus berdatangan.

Sugiono, petani mangga alpukat asal Desa Wonokerto, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, mengatakan sehari mampu memanen sekitar 5-6 kuintal mangga alpukat. Omzetnya mencapai Rp5 juta sehari.

Sugiono setiap hari sibuk memanen, memilah, hingga mengemas buah yang siap dikirim ke sejumlah daerah di Indonesia. Tak hanya dipasarkan di wilayah Jawa Timur, mangga alpukat hasil panennya juga dikirim ke DKI Jakarta hingga berbagai daerah di Pulau Sumatera.

Menurut Sugiono, kondisi cuaca yang cerah pada musim kemarau kali ini turut mendukung kualitas mangga. Kulit buah cenderung lebih mulus sehingga tampilannya menarik saat dipasarkan.

"Karena ini belum musim hujan, masih kemarau, jadi kualitas mangga itu sangat luar biasa," jelasnya.

Dari segi harga, mangga alpukat kualitas grade A dijual sekitar Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per kilogram. Sementara itu, grade B dibanderol Rp10 ribu hingga Rp15 ribu per kilogram.

"Kalau musim panen raya ini sehari bisa raup Rp5juta," terangnya.

Mangga alpukat juga memiliki keunikan dibandingkan jenis mangga lainnya. Selain cita rasanya yang khas, buah ini praktis dinikmati. Daging buahnya bisa disantap dengan cara membelah mangga melalui putaran, menyerupai cara membuka buah alpukat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.