Terduga Pelaku Pembunuhan di Probolinggo Meninggal Usai Diamankan Polisi

AKURAT.CO, S (72), warga Desa Cepoko, Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, terduga pelaku pembunuhan tetangganya, Niat (72), meninggal dunia dalam proses penyelidikan. Ia mengembuskan nafas terakhir setelah sempat diamankan polisi.
Kasatreskrim Polres Probolinggo AKP I Made Kembar Mertadana mengungkapkan, kasus tersebut bermula saat Niat ditemukan meninggal dunia pada tanggal 28 September 2026. Polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa sejumlah saksi.
Dari hasil olah TKP ditemukan dugaan kuat pembunuhan atau penganiayaan yang menyebabkan orang meninggal dunia. Penyelidikan kemudian mengarah kepada S sebagai terduga pelaku.
Polisi memburunya hingga ke Kabupaten Lumajang dan berhasil menangkapnya pada Minggu (4/10/2026). Saat dibawa ke Mapolres Probolinggo untuk menjalani pemeriksaan, S mendadak tidak sadarkan diri pada Selasa (6/10/2026) menjelang subuh.
Kondisi diduga karena selama buron, S berpindah-pindah tempat persembunyian, mulai dari ladang hingga kawasan hutan. Kondisi itu diduga membuatnya kelelahan karena tidak mendapat makanan dan istirahat secara teratur.
Petugas yang mendapat laporan segera meminta bantuan Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres Probolinggo. Saat diperiksa, kondisi S disebut sangat lemah dan denyut nadinya masih terasa, tetapi lemah.
S kemudian dilarikan ke RSUD Waluyo Jati. Namun, menurut keterangan kepolisian, ia dinyatakan meninggal dunia saat tiba di rumah sakit atau death on arrival (DOA).
Sebelum penahanan, polisi menyebut tekanan darah S tercatat 130/90 mmHg dan kadar asam uratnya tinggi. Meski demikian, saat itu S tidak menyampaikan keluhan kesehatan khusus.
Menurut polisi, kondisi kesehatan, hipertensi, serta kelelahan selama pelarian berkontribusi terhadap kematiannya. Akan tetapi, penyebab pasti kematian tersebut tidak dapat dipastikan hanya dari pemeriksaan luar jenazah.
I Made menegaskan bahwa penyidik tidak menggunakan kekerasan selama memeriksa S. Menurut Made, pemeriksaan luar jenazah tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh S.
“Kami selama memeriksa S tidak menggunakan cara-cara kekerasan, mengingat usianya sudah tua, apalagi selama pelarian makan dan minum tidak teratur,” katanya, Jumat (9/10/2026).
Keluarga S kemudian mendatangi rumah sakit dan, berdasarkan keterangan polisi, menerima kematian tersebut. Polres Probolinggo bersama Polsek Sumber turut memfasilitasi pemulasaraan hingga pemakaman jenazah S.
Dendam di balik kematian Niat
Made menjelaskan di balik kasus kematian Niat, diduga terdapat dendam lama yang dipicu tuduhan santet sehingga memicu penganiayaan. S disebut meyakini penyakit mata yang dideritanya disebabkan oleh perbuatan korban. Keyakinan itu muncul setelah S mendapat informasi dari seseorang yang dianggap memiliki kemampuan supranatural atau dikenal sebagai orang pintar.
“Pelaku dendam kepada korban. Hasil ramalan orang pintar, sakit di matanya disebabkan karena terkena santet korban. Dari sanalah dendam terus terjadi,” ungkap I Made.
Dugaan tersebut menjadi petunjuk motif yang disampaikan polisi berdasarkan pemeriksaan awal terhadap S sebelum ia meninggal dunia. Namun, tuduhan santet itu merupakan keyakinan pribadi terduga pelaku dan bukan bukti bahwa Niat benar-benar melakukan perbuatan tersebut.
Kini, kematian S membuat penanganan perkara dugaan pembunuhan itu memasuki babak berbeda. Terduga pelaku telah meninggal dunia sebelum menjalani persidangan.
Polres Probolinggo menyatakan akan menggelar perkara untuk menentukan tindak lanjut penanganan kasus kematian Niat, termasuk langkah hukum yang dapat ditempuh setelah terduga pelaku meninggal dunia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Perempuan Asal Probolinggo Tewas Tertabrak Kereta Api di Pasuruan, Terseret 100 Meter
- 2Rapat Paripurna II, 6 Fraksi Sampaikan Pandangan Umum 3 Raperda Kota Pasuruan
- 3Kiai Marzuki Mustamar Gagal Umrah karena Kena Blacklist Arab Saudi
- 4Pacitan Diguncang Gempa M 4,4
- 5Warga Bangilan Meninggal Saat Jalan Santai di Alun-alun Pasuruan
- 6Polres Pasuruan Selidiki Pertambangan Sirtu Diduga Tanpa Izin di Pasrepan
- 7Polisi di Probolinggo Ribut dengan Warga Diduga Tak Terima Ditegur soal Kecepatan Kendaraan
- 8Viral Pemuda Bondowoso Lecehkan Alquran, Warga Marah Tuntut Proses Hukum
- 9Gempa M 4,1 Guncang Kabupaten Blitar Senin Siang, Terasa di Trenggalek-Lumajang
- 10Terduga Pelaku Pembunuhan di Probolinggo Meninggal Usai Diamankan Polisi





