Jatim

Tak Ada Pemukulan, Ini Sebab Siswa SMP Tabrak Pembatas Jalan hingga Tewas

Bagus Zuhair | 30 Desember 2024, 20:17 WIB
Tak Ada Pemukulan, Ini Sebab Siswa SMP Tabrak Pembatas Jalan hingga Tewas

AKURAT.CO, Seorang pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Pasuruan tewas usai menabrak pembatas jalan di Jalan dr Wahidin Sudirohusodo, Kota Pasuruan, Selasa (24/12/2024) sekitar pukul 23.00 WIB. Korban terjatuh diduga usai dipukul orang tak dikenal dari belakang. 

Namun dugaan itu dimentahkan polisi. Korban, Rendi Jatmiko Putra (16) atau RJP, warga Dusun Terate, Desa Karangsentul, Kecamatan Gondang Wetan, Kabupaten Pasuruan, ternyata jatuh sendiri karena agresif saat berkendara.

Kesimpulan itu didapat setelah kami melakukan olah TKP, memeriksa enam CCTV di jalur yang dilalui korban hingga melakukan rekonstruksi. Hasilnya, tidak ada penganiayaan seperti keterangan awal saksi.

Baca: Dipukul OTK saat Naik Motor, Pelajar Pasuruan Tewas Usai Tabrak Pembatas Jalan

Kapolres Pasuruan Kota AKBP Davis Busin Siswara, dalam jumpa pers, Senin (30/12/2024), mengungkapkan peristiwa bermula saat RJP (16), berkendara dengan motor Honda BeAT berboncengan tiga bersama temannya ARU dan MMD. 

Mereka berkendara di keliling Kota Pasuruan hingga saat melintas di Simpang 4 Gereja St. Antonius Padua Jl. Balaikota, mereka bertemu dengan pengendara motor Honda Supra. Dari sana, kedua motor ini saling menyalip hingga lokasi korban menabrak pembatas jalan di Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo.

"Pada saat di Jalan dr Wahidin Sudiro Husodo, korban mendahului pengendara Honda Supra dengan cara langsung memotong lajur pengendara tersebut. Korban tidak bisa mengendalikan laju kendaraan sehingga semakin ke kiri dan mendekati trotoar. Situasi itu menyebabkan dua temannya yang di belakang takut hingga melompat secara berurutan," jelas Davis.

"Hal itu membuat korban RJP oleng dan tidak bisa mengendalikan sepeda motornya dan menabrak beton yang terdapat di pinggir jalan," ungkap Davis.

Akibat kejadian tersebut RJP mengalami luka parah dan akhirnya meninggal dunia. Kedua temannya mengalami luka sedang dan ringan.

"Kesimpulannya korban berboncengan tiga dan tidak memakai helm. Korban tidak memperhatikan aturan lalu lintas maupun keselamatan diri dan pengguna jalan lain serta menunjukkan prilaku agresif memotong kendaraan sehingga terjadi kecelakaan," pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.