Jatim

Polisi Ungkap Perahu-perahu di Pelabuhan Pasuruan Dibakar dengan Bom Molotov

Bagus Zuhair | 7 Februari 2026, 20:23 WIB
Polisi Ungkap Perahu-perahu di Pelabuhan Pasuruan Dibakar dengan Bom Molotov

AKURAT.CO, Polisi melakukan penyelidikan kasus pembakaran perahu-perahu di Pelabuhan Pasuruan meski kedua belah pihak nelayan yang bertikai sepakat damai. Penyelidikan untuk mengungkap rangkaian peristiwa secara utuh.

Tim Laboratorium Forensik (Labfor) Polda Jawa Timur bersama Inafis Polres Pasuruan Kota melakukan olah TKP di Pelabuhan Pasuruan, Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, Sabtu (7/2/2026) siang. Aparat kepolisian mengungkap fakta bahwa pembakaran perahu dilakukan secara sengaja menggunakan bom molotov.

Pantauan di lokasi, petugas menyisir area pelabuhan secara menyeluruh dengan memeriksa satu per satu perahu yang hangus terbakar. Sejumlah barang bukti diamankan, mulai dari serpihan kayu bekas terbakar, potongan spon, hingga botol yang diduga berisi bahan bakar jenis bensin.

Baca: Nelayan yang Bertikai Sepakat Damai, Kapolres Tegaskan Kota Pasuruan Kondusif

“Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim Labfor dan identifikasi Polda Jawa Timur, diketahui bahwa perahu-perahu yang terbakar ini akibat lemparan bom molotov,” kata Kasatreskrim Polres Pasuruan Kota, AKP Decky Tjahyono Try Yoga, usai olah TKP.

Setelah proses olah TKP, perahu-perahu yang terbakar diserahkan ke nelayan Desa Kalirejo. Perahu-perahu itu mengalami kerusakan ringan hingga sedang sehingga masih bisa digunakan. 

Baca: Dua Orang Luka dan 11 Perahu Dibakar Buntut Perselisihan Nelayan di Pasuruan

Sebelumnya, nelayan dari Desa Kalirejo, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan dan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Kecamatan Panggungrejo, Kota Pasuruan, sepakat damai setelah peristiwa pembakaran perahu. Mereka sepakat menyelesaikan konfik dengan cara kekeluargaan.

Rapat Koordinasi dalam rangka mediasi pasca terjadinya pembakaran perahu di Pelabuhan Pasuruan dilakukan di Aula Sanika Satyawada Polres Pasuruan Kota, Kamis (6/22026) pukul 21.00 WIB. Mediasi dihadiri Kapolres Pasuruan Kota AKBP Titus Yudho Uly dan jajarannya serta Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo.

Baca: Perselisihan Nelayan Berujung Pembakaran Sejumlah Perahu di Pasuruan

Mediasi juga dihadiri Ketua DPRD Kota Pasuruan M Toyib, Camat Panggungrejo Hermanto, Camat Kraton Ugik Setyo Darmoko. Hadir juga Kades Kalirejo M Adip, Lurah Ngemplakrejo M Khilmi, serta perwakilan dan tokoh masyarakat Desa Kalirejo dan Kelurahan Ngemplakrejo.

"Kesimpulan kesepakatan yaitu kedua belah pihak sepakat untuk damai," kata Kapolres Titus, Jumat (6/2/2026).

Sebelumnya, sejumlah perahu nelayan Desa Kalirejo, di Pelabuhan Pasuruan, dibakar nelayan Kelurahan Ngemplakrejo, Rabu (4/2/2026) pukul 19.30 WIB. Aksi itu dipicu perselisihan antar nelayan. 

Beruntung Tim Pemadam Kebakaran cepat ke lokasi dan segera melakukan memadamkan. Sehingga perahu-perahu tersebut hanya mengalami kerusakan ringan hingga sedang, tidak sampai terbakar habis.

Perselisihan nelayan Desa Kalirejo dengan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo berawal di Perairan Katingan, Sidoarjo pada pukul 16.00 WIB. Perselisihan bermula saat nelayan Kelurahan Ngemplakrejo menggunakan perahu dengan jaring trawl terlalu ke pinggir pada saat mencari ikan. Nelayan dari Desa Kalirejo yang ada di lokasi menegur hingga terjadi perselisihan. Kemudian perahu dengan jaring trawl diamankan ke Desa Kalirejo, sementara 6 ABK-nya disuruh pulang.

Perahu nelayan Kelurahan Ngemplakrejo yang diamankan tersebut tiba-tiba dibakar oleh warga. Hal itu memicu kemarahan nelayan Kelurahan Ngemplakrejo. Mereka kemudian membakar perahu-perahu nelayan Desa Kalirejo yang bersandar di Pelabuhan Pasuruan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.