Komunitas Pecinta Alam Bersama AQUA Keboncandi Gelar Aksi Grebek Kresek di Kota Pasuruan

AKURAT.CO, Komunitas Pecinta Alam di Pasuruan bersama sukarelawan AQUA Keboncandi menggelar aksi Grebek Kresek di kawasan Gedung Olah Raga (GOR) Untung Soeropati Kota Pasuruan. Aksi ini sebagai wujud kepedulian terhadap lingkungan dengan cara mengurangi sampah plastik.
Kegiatan Grebek Kresek yang juga alam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026, ini dilaksanakan Minggu, (22/2/2026). Sebanyak 50 orang dari Organisasi Pecinta Alam (OPA), Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala), Siswa Pecinta Alam (Sispala) se-wilayah Pasuruan, Komunitas LPTP serta sukarelawan AQUA Keboncandi, ikut serta dalam kegiatan.
Koordinator kegiatan, Imam Muhajir, menjelaskan bahwa aksi ini dilakukan dalam rangka memperingati Hari Peduli Sampah Nasional. Selain itu, juga sebagai bentuk kampanye simpatik terhadap kelestarian lingkungan, utamanya dalam mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai.
“Kami tukar tas kresek sekali pakai yang dibawa masyarakat saat belanja dengan tas belanja ramah lingkungan (reusable bag),” katanya.
Muhajir menjelaskan aksi ini bukan sekadar bagi-bagi tas gratis. Sambil menukar, mereka juga memberikan edukasi mengenai bahaya sampah plastik bagi lingkungan. Mereka mengajak warga untuk mulai menerapkan gaya hidup diet kantong plastik.
Ketua OPA PATAS yang juga salah satu inisiator kegiatan ini menyampaikan bahwa Grebek Kresek merupakan salah satu bentuk kampanye kreatif untuk mengajak masyarakat mengurangi penggunaan plastik sekali pakai khususnya tas kresek. Aksi ini juga sebagai dukungan nyata semua Pecinta Alam di pasuruan atas lahirnya Instruksi Wali Kota Pasuruan Nomor 45 tahun 2026, tentang Pengurangan Penggunaan Kantong Plastik Sekali Pakai di Kota Pasuruan.
Shandi Pratama, peserta dari LPTP, mengungkapkan pengelolaan sampah tidak hanya pada bagian hilir tapi ada hulunya sebagai sumber sampah. Bagian hilir sudah hadir banyak teknologi untuk mengelolanya, seperti teknologi yang ada di TPA ataupun TPS.
"Selain teknologi di bagian hilir juga penting perlunya kampanye pengelolaan sampah pada bagian hulu dengan masif sosialisasi dan edukasi di masyarakat langsung. Bagaimana pun masyarakat juga sebagai sumber timbulnya sampah yang perlu bijak untuk mengurangi sampah terutama sampah plastik," urainya.
Dukungan pemerintah lewat regulasi untuk perusahaan ataupun masyarakat juga menguatkan gerakan bersama mengurangi sampah sejak dari sumbernya. Aksk Grebek Kresek merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
"Kami berharap dengan adanya kegiatan ini, masyarakat dapat lebih peduli dengan lingkungan dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai," ujar Shandi.
Hari Wicaksono, SR-CSR AQUA Pasuruan, sangat mendukung kegiatan tersebut. Ia mengatakan, AQUA juga terus berinovasi untuk menghadirkan solusi kemasan dengan meminimalisasi penggunaan plastik yang tidak diperlukan misalnya dengan menghilangkan segel plastik di botol AQUA dan menggantinya dengan sistem keamanan produk yang lebih ramah lingkungan. Secara bertahap juga mengurangi berat botol tanpa memengaruhi kualitas produk.
“Melalui komitmen #BijakBerplastik, kami sangat memperhatikan bagaimana daur hidup kemasan kami, dimulai dari bagaimana kemasan kami didesain dan diproduksi sesuai dengan prinsip ekonomi sirkular, edukasi agar konsumen dapat mengonsumsi secara bijak dan melakukan pemilahan, hingga bagaimana kami mengembangkan infrastruktur pengumpulan sampah untuk mengelola kemasan paska konsumsi," terangnya.
Ia berharap kegiatan aksi seperti Grebek Plastik lebih sering dilaksanakan di berbagai tempat supaya lebih luas pula masyarakat yang teredukasi dan muncul kesadaran. "Menjadi contoh masyarakat lain diluar sana untuk lebih peduli dengan kebersihan lingkungan," pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini





