Jatim

Top! Kota Pasuruan Masuk 10 Besar Nasional Penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat

Syukron Nuaim Hayat | 30 September 2026, 16:29 WIB
Top! Kota Pasuruan Masuk 10 Besar Nasional Penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat
Kota Pasuruan masuk 10 besar nasional penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat. - Istimewa.

AKURAT.CO, Kota Pasuruan berhasil masuk dalam 10 besar nasional dalam penilaian Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dan menjadi salah satu dari tiga daerah di Jawa Timur yang menjalani verifikasi lapangan oleh Tim Verifikasi STBM Award dari pemerintah pusat.

Verifikasi tersebut resmi dibuka oleh Wali Kota Pasuruan Adi Wibowo pada Rabu (30/9/2026) di Ruang Rapat Untung Suropati I.

Mas Adi menyampaikan bahwa verifikasi lapangan tidak semata-mata menjadi proses penilaian, tetapi juga momentum berharga bagi Pemerintah Kota Pasuruan untuk memperoleh masukan dan evaluasi dalam memperkuat pelaksanaan STBM di daerah.

“Ini bukan hanya proses penilaian, tetapi menjadi momentum berharga bagi kami untuk mendapatkan masukan dan evaluasi dalam penguatan STBM di Kota Pasuruan,” ujar Mas Adi.

Menurutnya, keberhasilan STBM tidak dapat dicapai hanya dengan mengandalkan pemerintah. Penguatan sanitasi membutuhkan komitmen, kolaborasi, serta partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.Kolaborasi tersebut melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah kecamatan dan kelurahan, Puskesmas, kader, sanitarian, akademisi, hingga masyarakat di seluruh lapisan.

Pelaksanaan STBM sendiri mencakup lima pilar utama, yakni Stop Buang Air Besar Sembarangan, Cuci Tangan Pakai Sabun, Pengelolaan Air Minum dan Makanan Rumah Tangga, Pengelolaan Sampah Rumah Tangga, serta Pengelolaan Limbah Cair Rumah Tangga.

“Berbagai inovasi terus kami upayakan sebagai bentuk komitmen untuk mempercepat perubahan perilaku masyarakat dalam sanitasi, sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan secara nyata,” katanya.

Mas Adi juga mengakui bahwa pelaksanaan STBM di lapangan tidak terlepas dari berbagai tantangan, terutama dinamika yang berkembang di tengah masyarakat. Karena itu, Pemerintah Kota Pasuruan menyatakan terbuka terhadap arahan, saran, maupun evaluasi dari Tim Verifikasi.

Ia berharap proses verifikasi lapangan dapat berjalan secara objektif dan lancar serta memberikan gambaran secara utuh mengenai kondisi sanitasi di Kota Pasuruan. Lebih dari sekadar memenuhi indikator penilaian, Adi menekankan bahwa upaya penguatan STBM harus mampu menghasilkan perubahan yang nyata dan berkelanjutan.

“Harapannya, sanitasi yang sehat dan layak tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi benar-benar menjadi budaya hidup bersih dan sehat bagi masyarakat Kota Pasuruan,” pungkasnya.

Verifikasi lapangan sendiri akan dilangsungkan di beberapa lokus sesuai dengan indikator yang akan dinilai. Kelurahan Kebonagung menjadi titik yang akan dipantau berkaitan dengan pemanfaatan jamban sehat, sarana cuci tangan, pengelolaan makanan dan minuman, sampah, serta limbah cair rumah tangga.

Sementara untuk indikator Tempat Penampungan Sementara 3R (Reduce, Reuse, Recycle) verifikasi akan dipusatkan di TPS Kelurahan Tembokrejo. Sedangkan untuk indikator IPAL Komunal, tim verifikasi pusat akan mengunjungi kelurahan Kebonagung untuk kemudian juga meninjau IPLT Blandongan.

Lalu Puskesmas Kandangsapi, SMPN 4 Kota Pasuruan, serta Masjid Muhajirin Bugul Kidul menjadi beberapa lokus yang terpilih untuk indikator fasilitas umum yang menerapkan prinsip GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion atau Kesetaraan Gender, Disabilitas, dan Inklusi Sosial). (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.