Industri Mebel Terus Merosot, Banyak Pekerja Di-PHK

AKURAT.CO, Industri mebel di Kota Pasuruan terus mengalami kemerosotan seehingga banyak pemilik usaha mebel yang merumahkan pekerjanya. Para pengusaha mebel berharap pemerintah bisa memberikan suntikan kredit usaha dengan bunga rendah.
Hasan, seorang pengusaha mebel mengatakan, industri mebel terus mengalami kemerosotan sejak 11 tahun terakhir. Sehingga, banyak pemilik usaha mebel yang merumahkan pekerjanya.
"Tukang-tukang kayu sangat banyak yang di-PHK. Dulu, setiap bedak ada penjaganya. Sekarang juragan mebelnya sendiri yang menjaga karena sudah tidak sanggup membayar pegawai," jelasnya, Rabu (21/10/2026).
Menurutnya, sudah banyak cara ditempuh para pedagang mebel di sepanjang kawasan Bukir, Krapyakrejo, Petahunan, Randusari, hingga Kraton. Salah satunya mengupdate model-model mebel menjadi modern. Sayangnya, langkah ini tidak berdampak banyak.
"Coba lihat saja sekarang banyak toko-toko yang dulunya dagang mebel. Sekarang ganti profesi atau dijual. Ini karena sepinya pembeli," jelasnya.
Jeratan pinjaman di bank juga menjadi keluhan para pedagang. Hudi salah seorang pedagang mengaku saat ini dirinya gali-tutup lobang utang imbas usahanya yang semakin sepi. Menurutnya, pembeli yang datang juga jarang yang membayar lunas.
"Jadi sekarang pedagang mebel ini meskipun ada pembeli. Tidak semua pembeli membayar kontan. Banyak yang utang. Sementara pedagang juga dihimpit utang di bank. Pokoknya kondisi sekarang ini paling buruk," tandasnya.
Fenomena PHK di sektor mebel memang tidak terdata pasti di Dinas Koperasi UMKM dan Tenaga Kerja Kota Pasuruan. Hingga pertengahan 2026, dinas tersebut mencatat sebanyak 28 orang tenaga kerja sektor jasa terpaksa dirumahkan. Sektor industri jasa, menjadi penyumbang dominan dalam grafik pengurangan karyawan.
Kabid Tenaga Kerja pada Dinas Koperasi, UMKM, dan Tenaga Kerja Kota Pasuruan Dedi Mulyadi menjelaskan, latar belakang pemberhentian para pekerja murni disebabkan karena faktor efisiensi usaha agar perusahaan bisa terus bertahan.
"Semuanya berasal dari perusahaan jasa. Profesi yang dimiliki beragam, mulai dari kurir, teknisi, hingga pekerja di bidang jasa keuangan," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Pasutri Pengendara Motor Meninggal Tertabrak Truk Trailer di Jalan Gatsu Pasuruan
- 2Bus Rombongan Karyawan Pabrik Sepatu Mojokerto Kecelakaan di Tol Ngawi, Tiga Orang Tewas
- 3Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Sejak 5 Hari Lalu Belum Padam dan Meluas
- 4Pakar BRIN Ingatkan Asap Karhutla Kalimantan Mengancam Kota-kota Pesisir Pulau Jawa
- 5Mas Adi Dorong Karang Taruna Kota Pasuruan Jadi Penggerak Pembangunan dan Pemberdayaan Pemuda
- 6Tragedi Kecelakaan di Tol Madiun Tewaskan Empat Suporter PSS Sleman
- 7Warga Susah Dapat Pertalite, SPBU di Probolinggo Dikeluhkan Diduga Dipenuhi Pengepul
- 8Bukit Penanjakan Bromo Ditutup karena Kebakaran
- 9Ulah ODGJ di Lamongan Kibarkan Bendera Israel Bikin Resah Warga
- 10Bakar Sampah Berujung Maut, Warga Lumbang Probolinggo Tewas Terbakar




