Jatim

Menang Prabowo Beri Penjelasan Soal Namanya yang Unik

Alfiana Hayuni | 16 Februari 2024, 22:31 WIB
Menang Prabowo Beri Penjelasan Soal Namanya yang Unik

AKURAT.CO, Pria asal Jalan Siaman, Kelurahan Jati, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, ini viral saat masa pemilu 2024 karena punya nama unik, yakni Menang Prabowo. 

Kartu Tanda Penduduk (KTP) atas nama Menang Prabowo beredar luas di media sosial dan grup WhatsApp beberapa hari belakangan. Nama itu disangkut-pautkan dengan pasangan capres-cawapres nomor 02 Prabowo-Gibran, yang menurut quick count sejumlah lembaga survei unggul dari dua pasangan lainnya.

Baca: Unik! Warga Probolinggo Ini Bernama... Menang Prabowo

Sang pemilik nama pun memberikan penjelasan. Menurutnya, nama itu tidak ada sangkut pautnya dengan pilpres dan dukungan ke salah satu pasangan.

"Memang nama saya itu. KTP saya memang dari Kota Probolinggo, dan saya kelahiran Bondowoso tahun 1989,” kata Menang Prabowo ketika dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (16/2/2024).

Baca: Menang Prabowo: Nama Saya Tidak Ada Sangkut Pautnya dengan Politik

Menang, yang saat ini bekerja di Kota Surabaya, mengatakan ia sehari-hari dikenal dengan panggilan Toni. Banyak yang tidak tahu nama aslinya adalah Menang Prabowo.

"Teman dan keluarga biasanya memanggil saya dengan nama Toni. Tak heran jika teman sekitar saya tidak ada yang tahu nama asli di KTP saya,” jelasnya.

Baca: Menang Prabowo Biasa Saja Namanya Viral: Pemilu 2019 Juga Viral

Menang merasa biasa-biasa saja terkait namanya yang viral dan foto KTP-nya yang beredar di medsos dan grup WhatsApp. Menurutnya, hal itu sudah pernah terjadi pada pemliu 2019 silam.

"Sekarang (saat pemilu 2024) viral lagi," tuturnya dengan nada datar.

Ia mengaku nama tersebut merupakan nama asli pemberian dari kedua almarhum orang tuanya, Yosi Gunawan dengan Lany.

"Itu nama biasa aja. Kan orang dulu kalau ngasih nama itu ya kasih nama aja," pungkasnya.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.