Jatim

1.905 Anak Tidak Sekolah, Dispendikbud Kota Pasuruan Luncurkan Program BERGEGAS

Syukron Nuaim Hayat | 19 September 2026, 13:42 WIB
1.905 Anak Tidak Sekolah, Dispendikbud Kota Pasuruan Luncurkan Program BERGEGAS
Kadispendikbud Kota Pasuruan Siti Rohana. - Istimewa

AKURAT.CO, Sebanyak 1.905 anak di Kota Pasuruan tercatat tidak sekolah per 1 September 2026. Mereka terdiri atas 653 anak dalam kategori Lulus Tidak Melanjutkan (LTM), 656 anak Drop Out (DO), dan 596 anak Belum Pernah Sekolah (BPB).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dispendikbud) Kota Pasuruan Siti Rohana memaparkan data awal tercatat sebanyak 2.565 Anak Tidak Sekolah (ATS). Setelah dilakukan pendataan dan penelusuran di lapangan, jumlah tersebut menjadi 2.230 anak per 16 September 2026.

Selanjutnya, setelah melalui proses verifikasi dan validasi, jumlah data pada dashboard ATS menjadi 1.905 anak.

Baca: Pemkot Pasuruan Luncurkan Gerakan Kolaborasi Entaskan Anak Tidak Sekolah

"Jumlah 2.230 ATS sebelumnya, berkurang sebanyak 325 anak setelah proses verifikasi dan validasi. Terdiri atas 146 data ganda serta 179 data yang tidak ditemukan atau bukan merupakan penduduk Kota Pasuruan," kata Rohana saat peluncuran Program BERGEGAS: "Bergerak Bersama Mengentaskan Angka Anak Tidak Sekolah" di Gedung Gradhika Bhakti Praja, Kamis (17/9/2026).

Rohana menjelaskan 1.905 ATS tersebut akan diupayakan mendapatkan akses pendidikan lewat Program BERGEGAS.

Program BERGEGAS memiliki dua pilar utama, yakni pencegahan dan penanganan.

Pertama pilar pencegahan dilakukan melalui deteksi dini absensi siswa, konseling dan pendampingan bagi anak yang mengalami penurunan motivasi belajar, edukasi orang tua, serta penguatan sinergi bantuan sosial.

Adapun pilar penanganan mencakup validasi by name by address, pendekatan kepada anak agar kembali bersekolah, serta penyediaan jalur pendidikan yang fleksibel melalui sekolah formal, Sekolah Rakyat, maupun pendidikan nonformal seperti Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM).

“Penuntasan ATS ini adalah tanggung jawab kolektif melalui Program BERGEGAS. Kita membutuhkan satu peta data, satu pembagian peran, dan satu gerak bersama,” pungkas Rohana. (*)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.