Provinsi Jatim Layak Dukung Festival Kali Brantas sebagai Event Tahunan

AKURAT.CO, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Malang, Baihaqi mengatakan pihaknya akan mengajukan Festival Kali Brantas (FKB) yang telah dua kali sukses digelar di Kota Malang ke Provinsi Jawa Timur agar menjadi event tahunan provinsi.
"Trigernya FKB sudah dua kali sukses digelar di kota Malang," kata Baihaqi saat memberikan sambutan pada puncak acara peringatan Hari Sungai Nasional, di Kampung Warna Warni Jodipan, Malang, pekan lalu.
Menurut Baihaqi, FKB merupakan event wisata budaya yang sarat dengan makna, mengedukasi masyarakat pentingya kesadaran lingkungan. Sehingga, lanjut Baihaqi, ke depan perlu kiranya mendapat dukungan dari Provinsi Jatim, dan ini akan menjadi kalender tahunan di Kota Malang.
"Kali Brantas adalah sungai terbesar dan terpanjang yang melintasi 14 kota dan kabupaten di Jawa Timur. Sungai yang menjadi hulu dan peradaban era Kediri, Kanjuruhan, Singhasari dan Majapahit menyimpan banyak sejarah," ujar Baihaqi.
Acara juga dimeriahkan gelaran Tari Nyadran Kali Brantas. Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang memimpin doa bersama dengan membawa sesajen lengkap.
"Ujub umbol dongo dalam rangkaian Festival Kali Brantas mulai dari petik tirta amarta, kenduren, larung sesaji, metri dan nyadran ini dijadikan sebagai sarana belajar budaya tradisi lokal dan cinta lingkungan," kata Ki Demang.
Ki Demang sapaan akrab Isa Wahyudi menambahkan, tradisi seperti ini dulu kerap dilakukan oleh nenek moyang kita. Karena itu, kita perlu menghidupkan kembali.
"Salah satu ragam macam kreasi adalah lewat tari nyadran yang ditarikan 27 penari anak dan remaja dari sanggar seni Denandar besutan Endra Zulaifah dan musik garapan oleh Tri Broto Wibisono Surabaya," terang Ki Demang.
Digambarkan, 27 penari menaruh damar kambang di tepian kali Brantas sebagai penanda nyuluh atau menyinari Kali Brantas. Tari Nyadran dan Nyuluh Kali Brantas dilakukan pada waktu surup waktu pergantian sore ke malam sehingga suasana kali Brantas menjadi syahdu.
Selain tarian nyadran, juga dimeriahkan dengan tarian dari Kampung Warna Warni, Kampung Lampion dan Kampung Tridi. Sebelum acara ditutup dengan kembul tumpeng wilujengan para penari diarak keliling dari kampung Warna Warni ke Kampung Lampion.
"Lebih dari 100 lampion merah putih di bawa oleh anak anak penari," tukas Ki Demang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Mengerikan! 7 Pemotor Tewas Kecelakaan di Pasuruan Selama 12 Jam
- 2Kawasan PKL Sultan Agung Kota Pasuruan akan Dijadikan Sentra Kuliner Halal Inklusif
- 3Timnas PUBG MOBILE Indonesia Target Medali di Asian Games 2026 Aichi-Nagoya, Jepang.
- 4Walkot Pasuruan Gowes Tinjau Rusunawa hingga Susur Sungai Petakan Potensi Perairan
- 5Bea Cukai Pasuruan Bakar 6 Juta Batang Rokok Ilegal
- 6DLHKP Pasuruan Intensifkan Perawatan Kawasan Alun-alun
- 7Merebak di Jatim, Dinkes Kota Probolinggo Belum Temukan Kasus Influenza A
- 8Satpol PP Kota Pasuruan Amankan Ratusan Miras dan Pasangan Tanpa Identitas Dalam Kos
- 9Dua Pemuda Maling Ayam Terekam CCTV di Pasuruan
- 10Besok, Pendakian Gunung Arjuno-Welirang Kembali Dibuka





