JKN Menjadi Penolong Laily, Tulang Punggung Keluarga yang Pantang Menyerah

AKURAT.CO, Di tengah keterbatasan ekonomi yang dihadapinya, Laily (46), warga Panggungrejo, Kota Pasuruan, tetap berjuang menjalani kehidupan bersama keluarganya. Setelah sang suami tak lagi mampu bekerja akibat penyakit saraf kejepit dan gangguan ginjal, Laily kini menjadi tulang punggung keluarga sekaligus mengandalkan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk menjalani pengobatan rutin bersama suaminya.
Sejak kondisi kesehatan suaminya menurun, seluruh kebutuhan keluarga berada di pundak Laily. Demi mencukupi kebutuhan sehari-hari, ia menerima jasa permak pakaian, membuat roti manjang saat ada pesanan, hingga berjualan frozen food dari rumah. Dari pekerjaan itulah Laily berusaha memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus biaya hidup anak-anaknya.
“Kalau ada pesanan saya bikin roti manjang, kalau tidak ya jahit pakaian. Kebanyakan menerima jasa permak pakaian, lalu saya juga berjualan frozen food dari rumah. Apa saja saya kerjakan,” ujar Laily saat ditemui, Senin (11/5/2026).
Penghasilan yang diperoleh tidak menentu. Namun Laily tetap berusaha menjalani kehidupannya dengan penuh syukur meski berbagai cobaan datang silih berganti dalam keluarganya.
Cobaan itu semakin berat ketika kondisi kesehatan Laily sendiri mulai menurun akibat kelelahan dan tekanan pikiran. Awalnya ia hanya merasakan sakit lambung yang tak kunjung membaik. Namun beberapa waktu kemudian muncul bisul hingga lima sekaligus di tubuhnya.
“Awalnya saya hanya merasa sakit lambung. Namun tak lama kemudian muncul bisul hingga lima sekaligus, dan setelah diperiksa ternyata kadar diabetes saya sangat tinggi,” tuturnya.
Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah Laily hampir mencapai angka 500. Sejak saat itu, ia didiagnosis menderita diabetes dan harus menjalani suntik insulin secara rutin. Selain diabetes, Laily juga diketahui mengalami hipertensi, vertigo, dan gangguan lambung.
Dengan kondisi ekonomi yang terbatas, kebutuhan biaya pengobatan menjadi beban berat bagi keluarganya. Demi bisa terus menjalani pengobatan, Laily mengaku sempat menjual barang-barang di rumah hingga berhutang ke sana-sini.
“Sebelum saya terdaftar JKN, saya sampai jual isi rumah dan berhutang untuk biaya pengobatan keluarga. Yang penting waktu itu saya dan suami bisa tetap berobat,” ungkapnya.
Harapan mulai muncul ketika Laily dan suaminya terdaftar sebagai peserta Program JKN pada segmen Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JK) yang iurannya ditanggung Pemerintah Pusat. Sejak saat itu, keduanya dapat menjalani pengobatan dan kontrol kesehatan rutin tanpa lagi dihantui kekhawatiran biaya besar.
Menurut Laily, Program JKN telah banyak membantu keluarganya yang selama ini kesulitan memenuhi biaya pengobatan. Apalagi dirinya sempat menjalani pengobatan di Surabaya dengan biaya obat yang tidak sedikit.
“Waktu saya menjalani pengobatan di Surabaya, biaya obat dalam satu minggu saja lebih dari tujuh juta rupiah. Saya benar-benar bersyukur karena JKN membantu keluarga kami yang memang tidak mampu,” katanya.
Kini, Laily rutin menjalani kontrol kesehatan setiap bulan di Rumah Sakit Bangil, Kabupaten Pasuruan sesuai anjuran dokter dari RSUD Dr. Soetomo Surabaya. Ia mengaku lebih tenang karena pengobatan dirinya dan sang suami tetap dapat berjalan dengan bantuan Program JKN.
“Harapan saya semoga Program JKN ke depan tetap membantu masyarakat kecil seperti kami. Pelayanannya semoga semakin baik dan semakin mudah, supaya masyarakat yang membutuhkan pengobatan bisa merasa tenang karena sudah ada jaminan kesehatan,” tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Squishy Dilengkapi Jatum Suntik Picu Kekhawatiran Orang Tua di Probolingo
- 2BNPB Semai Satu Ton Garam di Langit Jatim untuk Membentuk Awan Hujan
- 3Pelaku Pembunuhan Istri dan Anak di Madiun Baru Pulang Ibadah Haji
- 4Pembunuhan Kejam Ibu dan Anak di Madiun, Korban Dibakar Lalu Dimutilasi
- 5Kebakaran Gunung Arjuno-Welirang Padam Total Setelah 10 Hari
- 6Fraksi Golkar Minta Dishub Kota Pasuruan Evaluasi Rencana Digitalisasi Parkir
- 7Seorang Penghulu di Probolinggo Dibacok Tetangganya
- 8Sopir Dipukul Polisi Cepek di Probolinggo, Diduga karena Tolak Beri Uang
- 9Mekanik di Probolinggo Tewas Terlindas Truk yang Diperbaiki
- 10Bantuan Dana Penyehatan JKN Cair








