Jatim

Hati-hati! Puluhan Kebakaran Lahan di Pasuruan Dipicu Pembakaran Sampah

Syukron Nuaim Hayat | 24 Juli 2026, 09:52 WIB
Hati-hati! Puluhan Kebakaran Lahan di Pasuruan Dipicu Pembakaran Sampah
Damkar padamkan kebakaran rumpun bambu. (Istimewa)

AKURAT.CO, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kabupaten Pasuruan meminta masyarakat berhati-hati saat membakar sampah saat musim kemarau. Pasalnya pembakaran sampah bisa memicu kebakaran lahan yang berpotensi merembet ke permukiman.

Damkar Kabupaten Pasuruan mencatat sebanyak 75 kejadian kebakaran sepanjang Januari hingga Juli 2026, yang didominasi lahan terbuka yang ditumbuhi rumput, ilalang, maupun tanaman tebu, hingga rumpun bambu. Jumlahnya mencapai 85 persen.

Menurut Kepala Damkar Kabupaten Pasuruan, Bambang, tingginya angka kebakaran lahan dipicu oleh kebiasaan sebagian masyarakat yang membersihkan lahan dengan cara membakar vegetasi kering tanpa pengawasan. Kondisi tersebut berisiko menyebabkan api meluas dan merembet ke area lain, termasuk permukiman warga.

Foto: Kebakaran rumpun bambu.

"Penyebabnya kebanyakan karena kurangnya pemahaman pembersihan lahan. Maksudnya, habis dibakar tapi kemudian dibiarkan begitu saja," kata Bambang, Jumat (24/6/2027).

Bambang memastikan hingga saat ini seluruh kejadian kebakaran lahan yang ditangani belum sampai menjalar ke kawasan permukiman. Namun ia mengimbau masyarakat tidak membakar sampah maupun membersihkan lahan dengan cara membakar tanpa pengawasan.

"Kalau terpaksa dibersihkan dengan cara dibakar, ya pastikan aman, ada orang menunggui sampai selesai. Bukan didiamkan kemudian ditinggal," harapnya.

Damkar Kabupaten Pasuruan juga meminta pemerintah desa dan kelurahan lebih aktif melakukan edukasi kepada warga. Terutama saat musim kemarau yang meningkatkan risiko kebakaran.

"Saya minta wilayah ikut mengawasi warganya dan memberikan edukasi agar tidak membakar sampah. Kalau perlu dibuat surat edaran melalui masing-masing kelurahan," tegasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.