Jatim

Diklat Batik Tulis di Kampung Budaya Polowijen Kuatkan Batik Malang Heritage

Putri Dinda Permata Sari | 15 Februari 2023, 12:51 WIB
Diklat Batik Tulis di Kampung Budaya Polowijen Kuatkan Batik Malang Heritage

AKURAT.CO, Kota Malang sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia terus berinovasi dengan menggarap batik sebagai sub sektor kriya dan sub sektor fashion dalam pengembangan ekonomi kreatif. Salah satunya Kampung Budaya Polowijen yang memiliki unggulan kriya batik dan topeng.

Kampung Budaya Polowijen yang berlokasi di Kelurahan Polowijen, Kecamatan Blimbing, Kota Malang ini telah memiliki segudang pengalaman menggelar pelatihan batik, baik secara mandiri maupun kerjasama dengan pelbagai instansi/perguruan tinggi. Selain itu, wisatawan yang ingin membatik juga disiapkan paket wisata edukasi di Kampung Budaya Polowijen.

Belum lama ini, Kampung Budaya Polowijen bekerjasama dengan Badan Diklat Industri Surabaya Kementerian Perindustrian menggelar program pendidikan pelatihan (diklat) 3 In 1 Batik Tulis selama 7 hari. Adapun tahapan kegiatan meliputi pelatihan, sertifikasi dan penempatan kerja.

Peserta Diklat batik di Kampung Budaya Polowijen.

Program yang diinisiasi oleh legislator Partai Golkar,  Ridwan Hisyam, itu bekerjasama dengan Sekolah Rekreasi rintisan Fajar Hisyam.  Menurut Fajar Hisyam, Kampung Budaya Polowijen ini satu-satunya kampung budaya di Kota Malang yang paling konkret dan komplit basis dalam pelestarian tradisi.

"Kampung ini khas unik dan sadar merawat tradisi maka tepat kiranya batik kami tempatkan disini siapa tahu peserta dapat inspirasi," katanya.

Fajar Hisyam berharap ke depan Kampung Budaya Polowijen diberikan program pelatihan lain yang berkaitan dengan seni budaya.

Di tempat yang sama, anggota Komisi D DPRD Kota Malang, Suryadi juga mengapresiasi kegiatan Diklat 3 In 1 Batik Tulis di Kampung Budaya Polowijen. Menurutnya, Kampung Budaya Polowijen itu merupakan elemen penting yang terlibat salam pemajuan kebudayaan di Kota Malang.

"Warisan Kota Malang sangat banyak, saya berharap motif-motif heritage yang menjadi ikon kota malang juga muncul seperti tugu, bunga teratai, melalui diklat di KBP ini," imbuhnya.

Pihak Badan Diklat Indonesia (BDI) Surabaya Kementerian Perindustrian RI, Linda Fitriyani mengaku baru kali ini BDI Surabaya menyelenggarakan diklat batik di tempat terbuka di depan rumah warga sebelahnya dekat dengan sawah ada situs Ken Dedes dan suasananya sejuk asri.

"Biasanya diklat seperti ini di bengkel batik pengusaha atau sewa ruangan," ujarnya.

Penggagas Kampung Budaya Polowijen, Ki Demang berharap semoga diklat ini menginspirasi bagi peserta diklat batik tulis. Ki Demang menegaskan, Kampung Budaya Polowijen sudah mempunyai hak paten motif Ken Dedes dan Topeng Malang.

"Kalau mau mengangkat batik klasik Malang peserta diklat ini dapat belajar mengangkat kembali ragam hias dan motif yang ada di relief Candi Jogo, Candi Kidal dan Candi Singasari termasuk arca arca yang ada di Malang. Selebihnya bisa studi lapangan sekaligus mendatangkan ahli sejarah dan arkeologi," terangnya.

Diketahui, instruktur diklat batik tulis adalah Titik Nur Fajriyah dari Kriya Batik KBP dan Siwi Kalimawati dari Batik Asri Merjosari Malang.

"Di akhir diklat akan dilakukan uji kompetensi batik dari BDI. Sertifikat yang diperoleh merupakan sertifikat profesi batik. Setelah itu masing-masing pembatik dapat direkrut oleh pengusaha batik manapun termasuk bisa ditempatkan di Kampung Budaya Polowijen," pungkas Ki Demang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.