Jatim

Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Masih Ada di Belasan Titik

Eko Krisyanto | 23 Oktober 2026, 10:05 WIB
Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Masih Ada di Belasan Titik
Petugas melakukan pemadaman kebakaran hutan. - Istimewa.

AKURAT.CO, Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Arjuno-Welirang masih belum padam total meski jumlah titik api berkurang signifikan. Saat ini masih terpantau belasan titik api.

Di wilayah Pasuruan, kebakaran yang sebelumnya meluas hingga puluhan titik api sudah mereda. Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyebutkan masih ada 1 titik api, yakni di Gunung Limas.

"Selain upaya pemadaman yang dilakukan ratusan personel gabungan siang dan malam, turunnya hujan membantu memadamkan api dan bara. Kawasan Prigen sudah mulai turun hujan kemarin. Sangat membantu pemadaman kebakaran. Tadi malan terpantau masih ada kebakaran di Gunung Limas," kata Sugeng, Jumat (23/10/2026).

Baca: Kebakaran Kawasan Gunung Arjuno-Welirang Sejak 5 Hari Lalu Belum Padam dan Meluas

Kebakaran kawasan Gunung Arjuno wilayah Pasuruan ke Kabupaten Malang dan Kota Batu sejak beberapa waktu lalu. Khusus di Kabupaten Malang dan Kota Batu masih terpantau ada 16 titik api. Sebanyak 8 titik terpantau berada di wilayah Kabupaten Malang, sementara 8 titik lainnya berada di Kota Batu.

"Tim gabungan yang terdiri dari Polhut, UPT Tahura Raden Soerjo, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta unsur TNI-Polri terus berjibaku untuk melakukan pemadaman karhutla melalui jalur darat," kata Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Jumadi.

Selain upaya pemadaman jalur darat, pihaknya juga terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan pengajuan dukungan pemadaman udara menggunakan helikopter water bombing kepada pemerintah pusat. Mengingat, saat ini unit helikopter terbagi konsentrasinya untuk penanganan karhutla di Sumatera dan Kalimantan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.