Jatim

Tas Anyaman Ibu-ibu Pasuruan Tembus Malaysia-Turki, Laku 4.000 Pieces Sebulan

Eko Krisyanto | 15 Oktober 2026, 12:04 WIB
Tas Anyaman Ibu-ibu Pasuruan Tembus Malaysia-Turki, Laku 4.000 Pieces Sebulan
Kerajian tas anyaman di Pasuruan. - Eko Krisyanto

AKURAT.CO, Kerajinan tas anyaman buatan ibu-ibu rumah tangga di Dusun Terate, Desa Karang Sentul, Kecamatan Gondangwetan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, menembus pasar luar negeri. Produk yang dikerjakan secara manual itu dipasarkan hingga Malaysia dan Turki.

Para perajin memproduksi tas dengan berbagai model dan ukuran. Bahan yang digunakan juga beragam, mulai dari plastik, bahan anyaman, hingga bambu. Tas-tas tersebut dibuat untuk memenuhi permintaan pasar, termasuk sebagai suvenir hajatan.

Salah seorang perajin, Sulistiana, mengatakan jumlah tas yang bisa dibuat dalam sehari bergantung pada ukuran dan tingkat kesulitannya. Untuk tas berukuran kecil, dia mampu menghasilkan hingga 10 buah sehari. Sementara tas berukuran besar rata-rata lima buah.

“Kalau saya sehari bisa bikin 10 pcs kalau kecil. Kalau besar 5 pcs,” kata Sulistiana.

Menurutnya, proses pengerjaan tidak selalu lebih mudah untuk tas berukuran kecil. Tingkat kesulitan juga dipengaruhi bahan yang digunakan.

“Tingkat kesulitannya dari bahan, kalau kecil susah,” imbuhnya.

Harga tas yang diproduksi pun bervariasi. Tas berbahan bambu dijual mulai Rp 3.000, sedangkan jenis tas anyaman tertentu dibanderol sekitar Rp 5.000. Adapun tas mutiara dengan tali panjang dijual sekitar Rp 60.000.

Peluang usaha tersebut juga dikembangkan Ayu, pemilik usaha tas anyaman Ionshop Pasuruan. Dia mengawali usaha dengan mengambil produk dari pemasok untuk dijual kembali. Seiring meningkatnya permintaan, Ayu kemudian mulai memproduksi tas sendiri dengan melibatkan sejumlah perajin perempuan di sekitarnya.

“Kalau model banyak sih. Ada tas panjang, pendek, buat souvenir juga ada,” ujar Ayu.

Ayu menyebut usahanya kini mampu menjual sekitar 4.000 tas per bulan. Dari penjualan tersebut, Ionshop Pasuruan mencatat omzet sekitar Rp 7 juta setiap bulannya.

Pemasaran tas tidak hanya menjangkau konsumen di Pasuruan dan sejumlah daerah lain di Indonesia. Produk tersebut juga diminati pembeli dari luar negeri.

“Pasar lokal ramai, kalau luar negeri sampai Malaysia dan Turki,” jelasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.