Kapolrestabes Surabaya Hukum Anggota yang Tarik Uang Warga Saat Ambil Motor Barang Bukti Kecelakaan

AKURAT.CO, Heboh unggahan seorang warga yang mengaku dimintai uang Rp1 juta saat mengurus pengeluaran barang bukti kendaraan di Satlantas Colombo, Surabaya. Hal itu menjadi atensi Polri.
Tidak menunggu lama, keluhan berkaitan dengan proses pengembalian barang bukti kecelakaan lalu lintas (BB laka) yang seharusnya tidak dikenakan biaya, langsung diusut oleh Propam. Proses hukuman disiplin kepada oknum tersebut dipastikan berjalan.
Kapolrestabes Surabaya Luthfie Sulistiawan melalui akun Instagram @luthfie.daily menegaskan bahwa pengambilan BB laka di Polrestabes Surabaya gratis dan tidak dipungut biaya apa pun. Luthfie menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan oknum anggota yang kurang berkenan.
Ia meminta Kasi Propam memproses anggota tersebut melalui tindakan disiplin dan kode etik, serta meminta Kabag Sumda memberikan sanksi mutasi dan demosi.
"Kami pastikan oknum tersebut langsung diproses oleh propam," ujar Luthfie, Jumat (28/8/2026).
Ia juga meminta Kasat Lantas menemui warga yang sebelumnya mengaku dimintai uang dan menyatakan akan mengganti uang tersebut 10 kali lipat. Luthfie menilai tindakan oknum tersebut tidak seharusnya terjadi, terlebih warga yang datang ke kepolisian dalam kondisi mengalami musibah, seperti kecelakaan atau menjadi korban pencurian.
"Kasat Lantas temui korban yang kemarin dimintain duit itu. Sampaikan nanti dari saya, saya ganti 10 kali lipat, itu komitmen saya," ujar Luthfie.
Menurutnya, pelayanan kepolisian seharusnya membantu masyarakat dan tidak menambah beban yang sedang mereka hadapi. Ia juga meminta para Kasat memperhatikan pengawasan di masing-masing satuan agar kejadian serupa tidak kembali terjadi.
“Saya akan berikan hukuman keras betul, karena anak inilah yang mencederai rekan-rekan yang sudah berbuat baik, rekan-rekan yang sudah berjibaku memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” lanjut Luthfie.
Masyarakat yang menemukan dugaan pungutan atau pelayanan serupa diminta melaporkannya melalui DM @luthfie.daily dengan menyertakan bukti. Luthfie menegaskan pihaknya akan terus berbenah dan kejadian serupa diharapkan tidak kembali terjadi.
Ia juga menegaskan bahwa kejadian tersebut harus menjadi yang terakhir dan meminta seluruh jajarannya menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Jalan Sehat Sarungan Hari Santri Nasional 2026 di Kota Pasuruan Diikuti Ribuan Perserta
- 2Mazda Merah Terbalik di Tol Gempas
- 3Remaja Tewas Dibacok di Tengah Jalan Raya Probolinggo, Motor dan Barang Berharga Masih Utuh
- 4Tujuh Polisi yang Bekuk Tiga Anggota DPRD Gerindra Saat Pesta Narkoba Dimutasi dan Diperiksa Propam
- 5Anggota TNI AL Meninggal Ditabrak Truk di Jalur Pantura Pasuruan
- 6PPPK Paruh Waktu Dishub Probolinggo Setubuhi Siswi SMA, Modusnya Diajak Mabuk
- 7Angka Kemiskinan Kota Pasuruan Menurun
- 8Waspada, Jalur Lumajang-Malang di Ampelgading Tertutup Longsor
- 9Awal Bulan November, Apakah Ada Kenaikan Harga BBM?
- 10Diterjang Lahar Semeru, Akses Satu-satunya Dusun Sumberlangsep Lumajang Lumpuh






