Jatim

Ledakan LPG 50 Kg di Surabaya Rusak 8 Kendaraan, 42 Ruko, 16 Rumah

Dhani Ramadani | 6 Oktober 2026, 16:24 WIB
Ledakan LPG 50 Kg di Surabaya Rusak 8 Kendaraan, 42 Ruko, 16 Rumah
Lokasi ledakan. - Istimewa.

AKURAT.CO, Ledakan hebat yang diduga akibat tabung LPG 50 kilogram (Kg) di kawasan pertokoan San Antonio, Pakuwon City, pada Selasa (6/10/2026) pagi hari menyebabkan sejumlah kerusakan, selain menyebabkan 5 orang terluka. Tercatat sebanyak 42 ruko, 16 rumah, dan 8 kendaraan rusak.

Menurut Irvan Widiyanto Kepala Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya yang memimpin pengecekan dan pendataan kerusakan rumah warga di tempat kejadian.

"Tercatat sebanyak 42 ruko, 16 rumah, dan 8 kendaraan rusak," katanya.

Sementara Linda Novanti Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Surabaya menyebut, dari kejadian awal ledakan tabung gas LPG dari ruko tempat makan nasi tempong pukul 07.11 WIB tadi, ada 42 ruko yang rusak. Linda menjelaskan akibat ledakan tabung LPG, 10 Ruko mengalami rusak ringan, 28 ruko mengalami rusak sedang, dan 4 Ruko mengalami rusak berat.

Baca: Ledakan Keras Diduga dari Tabung LPG 50 Kg di Ruko Surabaya, 5 Orang Luka

Selain itu, getaran ledakan juga merusak 16 unit rumah, di antaranya 13 unit rusak ringan, 2 unit rusak sedang, dan 1 unit rusak berat. Selain bangunan, ledakan juga mengenai 8 unit kendaraan dengan rincian 3 unit motor dan 5 unit mobil.

"Kerusakan masih kami data. Sementara kami sampaikan yang tercatat,"ujarnya.

Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Luthfie Sulistiawan mengatakan, sebelum ledakan terjadi, seorang koki yang sedang memasak sempat mencium bau gas sekitar pukul 07.00 WIB. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan.

“Tadi sekitar pukul 07.00 ketika koki sedang masak memang sempat mencium bau gas. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan di ruko kawasan Pakuwon City Surabaya,” kata Luthfie.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.